USG 4D Diusia Kehamilan 38 Minggu

2

Dedek Am nutupin muka pakai tangan pas di USG

Syukur alhamdulillah, tak terasa usia kehamilan saya sudah memasuki minggu ke 38.  Artinya, Dedek Am sudah mencapai tahapan full term atau cukup bulan (37 – 42 minggu).  Rasa rindu menunggu kehadirannya semakin menggebu.  Semakin tidak sabar untuk bertemu.  Apalagi saat bu bidan bilang bahwa Dedek Am sudah boleh lahir kapan saja dia mau.

Sayangnya, hingga usia kehamilan 37 minggu, kepala Dedek Am belum masuk panggul.  Baru merapat, kata bu bidan.  Untuk itu, Bidan Susi yang sabarnya masya allah itu memberikan saya surat rujukan untuk USG di tempat praktek dr. Ardian Suryo A, Sp. OG yang berlokasi di Maospati – Magetan.  Tepatnya berada di Apotek Lina Farma sebelah barat terminal Maospati.  Buka setiap hari Selasa dan kamis mulai pukul 16.00 WIB.

Selasa pagi (25/02), saya telpon untuk mendaftar.  Dan alhamdulillah, saya mendapat urutan nomor 23 dan diminta datang pukul 15.30 WIB.  Karena sudah tak sabar melihat sosok Dedek Am jika di USG 4D, sebelum pukul 03.00 saya bersama suami sudah berangkat.  Jilalah, sampai tempat prakteknya dokter saya dibuat kecewa.  Embak yang jaga di apotek itu memberitahukan bahwa jadwal praktek dokter diundur sampai hari Sabtu kerena dokter sedang berada di Jakarta.  Saya memang mendapat SMS konfirmasi, sayangnya SMS itu saya terima saat saya sudah berada di tempat praktek.  Kecewa, mangkel, mutung.  Sampai-sampai saya bilang ke suami kalau saya gak usah USG lagi saja.

Setelah mengadu ke Bidan Susi lewat SMS, bu bidan menyarankan saya agar tetap USG untuk memastikan bahwa Dedek Am tidak kelilit tali pusar dan mengetahui letak plasenta.  “Tak harus di dr. Ardian”, katanya.   Lha tapi yang bisa USG 4D dan yang terdekat dari rumah ya di tempat tersebut.  Akhirnya, setelah mandi saya luluh juga.  “Iya deh, Sabtu kita berangkat lagi.”

Kenapa harus 4D?

Sebenarnya tak harus 4D tapi saya sudah tiga kali periksa USG 2D dan tidak ngeh dengan gambar yang berada di layar monitor.  Dengan 4D, gambar yang dihasilkan lebih jelas.  Kan saya dan suami juga sangat penasaran pengen lihat wajah anak kami.😀

Saya sering browsing mencari tahu tentang USG 4D dan dari sana saya mendapatkan info bahwa biaya untuk USG 4D itu rumayan mahal.  Apalagi di kota-kota besar, rata-rata biayanya di atas 500 ribu.  Saya jadi mikir berulang-ulang.  Uang segitu kan bisa buat tambahan biaya persalinan atau membeli perlengkapan bayi yang kurang.  Tapi rupanya, biaya USG 4D di dr. Ardian cukup murah, selisihnya tak banyak jika periksa USG 2D.  Saya hanya mengeluarkan biaya 105 ribu, hanya saja memang tidak mendapatkan CD video hasil USG maupun hasil print.  Menurut saya tidak masalah, kami bisa membawa kamera sendiri dan merekamnya.  Dan hasil photonya pun seperti gambar di atas.

Dan Sabtu (01/03) saya kembali mendapat SMS bahwa hari itu dr. Ardian positif praktek buka mulai pukul 15.00 WIB.  Ini adalah kali ke empat saya periksa USG, sebelum-sebelumnya saya USG di tempat praktek dr. H. Suwardi, Sp. OG di Madiun.

Kesan pertama saat saya bertemu dengan dr. Ardian adalah beliau sosok dokter yang ramah dan cukup sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang banyak.  Hasil USG sesuai keterangan dr. Ardian cukup memuaskan saya.  Diketahui bahwa usianya 37 minggu 6 hari, beratnya sekitar 2805 gr, air ketuban cukup, jantung, paru-paru oke, semua bagus, organ sempurna, tidak terlilit tali pusar, plasenta berada di atas (tidak menutupi jalan lahir) dan sangat mungkin untuk proses persalinan normal.  Alhamdulillah, aamiin.  Senang, meskipun Dedek Am pura-pura malu saat di USG.  Dia nutupin wajahnya dengan tangan sehingga saya dan suami tak bisa melihat bentuk hidung, mata dan bibirnya.  Oh iya, dia pun juga belum masuk panggul (padahal saya merasa posisinya sudah berada di bawah, terasa mengganjal saat saya duduk) tapi dr. Ardian mengatakan bahwa itu tak masalah, bisa jadi Dedek Am baru masuk panggul saat  saya sudah sering merasakan kontraksi.

Sebenarnya, saya masih cukup bingung, tidak ngeh yang dimaksud kontraksi itu rasanya gimana.  Hanya saja kemarin itu saya sempat merasakan nyeri di perut bawah.  Hanya sebentar dan tidak begitu masalah.  Dokter juga menyarankan saya untuk tidur miring ke kiri agar sirkulasi darah ke janin cukup.  Perkiraan dokter, Dedek Am lahir tanggal 16 Maret mundur sehari dari perkiraan Bidan Susi.

Jalan pagi semakin sering saya lakukan, senam hamil, latihan pernafasan dan tentu masih aktif melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, nyuci, masak.  Pokoknya saya sangat merasa sehat dan ringan saat semakin mendekati HPL.  Juga tak pernah mendapat gangguan tidur.  Tidur selalu lelap dan jarang merasa lemas.  Keluhan-keluhan di awal trisemester tiga justru tak lagi saya rasakan.  Teman saya yang baru beberapa hari lalu melahirkan bilang bahwa dia sering merasakan sakit di pangkal paha (selangkangan) dan perut bawah sejak memasuki minggu ke 35.  Apa mungkin karena kepala Dedek Am belum masuk panggul jadi saya belum merasakannya?  Entahlah, bisa jadi demikian.

Saking aktifnya sampai-sampai banyak tetangga yang nyeletuk bahwa saya kelihatan bugar justru setelah hamil tua.  Sangat bertolak belakang dengan masa ngidam beberapa bulan lalu.  Ah, saya sangat bersyukur dan tak henti berdoa semoga kami selalu sehat, dimudahkan, dilancarkan, disempurnakan saat persalinan nanti.  Dan semoga rejeki halal nan barokah selalu mengalir.

Tas yang berisi perlengkapanku dan Dedek Am saat persalinan nanti pun sudah saya siapkan.  Semua sudah beres.  Pokoknya tinggal angkat begitu Dedek Am sudah pengen lahir.

“Jadi Dek, kapan pun kamu pengen lahir, ketemu Babah sama Ibu, insya allah kami sudah siap.  Jangan lama-lama ya, nak!  Kami tak sabar ketemu kamu.  Kami semua menunggu kamu, sayang kamu.”

Kami semua memang sudah tidak sabar menunggu kehadirannya.  Maklum, selain dia adalah anak pertama kami dia pun juga cucu pertama orang tua saya.  Tapi kami pasrahkan semua kepada Allah, saya yakin Allah selalu punya rencana yang apik untuk setiap hambanya.  Jadi, tanggal dan jam berapa pun Allah memilihkan hari kelahiran Dedek Am, akan selalu saya syukuri.

Yang terpenting Dedek Am selalu sehat, lahir selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.  “Jadi anak sholeh ya, nak…”

Tagged: , , , , , , , , , ,

16 thoughts on “USG 4D Diusia Kehamilan 38 Minggu

  1. yuwanita 27 April 2016 at 1:22 PM Reply

    mbak bisa minta no tlp prakrek dr,ardian nya

  2. fawaizzah 27 August 2015 at 8:22 AM Reply

    Reblogged this on Laci Ajaib.

  3. veriska.com 10 June 2015 at 2:36 PM Reply

    perempuan atau laki-laki tuh sist?
    makasih😀

  4. ibanqmohammad 3 June 2015 at 2:55 AM Reply

    Cerpenmu bagus-bagus, mbak. Salam kenal🙂

    • fawaizzah 27 August 2015 at 7:19 AM Reply

      Tapi sekarang saya lupa gmn caranya bikin cerpen. Hiks kelamaan gak nulis sih. Eh ya salam kenal balik ya

  5. mobil datsun bandung 5 May 2015 at 11:08 AM Reply

    wahhh pasti sekarang anaknya udah gede ya bunda?
    terimakasih😉

    • fawaizzah 27 August 2015 at 7:20 AM Reply

      Ho oh, udah bisa lari2 hihihi

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: