Asem Manis Masa Ngidam

Sejak ketahuan hamil dari alat Test Pack yang dibeli suami sebulan setelah menikah, kehidupan saya sedikit banyak berubah.  Saya cukup kaget.  Ah, bukan cukup kaget tapi sangat kaget dengan adanya dua strip yang berada pada alat tersebut. 

Suami yang saya beritahu langsung memeluk dan menciumi saya sambil tak henti berkata Alhamdulillah.  Sedang saya terpaku, kaku.  Saya bingung sebingung-bingungnya.  Tak sepatah pun kata yang mampu saya ucapkan dan justru menenggelamkan wajah di bantal.  Sekalinya bisa bicara, saya nyeletuk,”kok bisa?”

Perasaan saya campur aduk tapi lebih banyak bingungnya.  Perasaan menolak pun sempat muncul.  Ya, mungkin hal itu karena jauh dari rencana awal saya sebelum menikah.  Kepinginnya, sih, mau pacaran dulu.  Kan kami belum pacaran sebelum menikah, kepingin bulan madu dulu, kepingin membangun kekuatan ekonomi dulu dan kepingin-kepingin yang lainnya.

Tapi begitulah, manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang Maha Segala.  Dan Allah tak pernah keliru menempatkan sesuatu.

Sorenya, kami langsung ke periksa ke Bidan.  Dan Bu Bidan membuat kami, saya khususnya, semakin bingung saat beliau berkata bahwa usia kehamilan saya sudah 5 minggu.  Plis, Bu, saya nikahnya belum ada sebulan!  Saya menikah tanggal 18 Juni dan periksa kehamilan tanggal 15 Juli.

Untung bidannya sabar dan menjelaskan bahwa ngitungnya dari hari pertama haid terakhir.  Saya memang mendapatkan menstruasi 11 hari sebelum hari pernikahan saya.  Jadi, katanya, saat malam pertama itu saya sedang subur-suburnya.  Jadi, ya, begitulah…

Seminggu setelah dari bidan saya masih baik-baik saja, belum muncul tanda-tanda ngidam, tidak mual, muntah, pusing.  Tapi setelahnya, hmm, jangan ditanya.  Saya nyaris tak beranjak dari kasur kecuali sedang ingin ke kamar kecl dan sholat.  Makanan yang saya makan selalu saja dimuntahkan.  Pusingnya tak sudah-sudah.  Malasnya jangan ditanya.

Bahkan, saya pusing dan mual jika dekat-dekat dengan suami, mencium bau keringatnya.  Saya gak doyan bau wangi-wangian termasuk sampo, sabun mandi, bedak pokoknya semua yang wangi.  Kebayang kan dekilnya saya?  Saya sering ngambek kalau ada orang terdekat yang pakai minyak wangi. 

Dan yang paling parah, saya merasa di mana-mana kecium bau sayur basi.  Di mana-mana!  Dan itu membuat saya sering muntah tak tahu tempat.  Sampai-sampai saya bilang ke suami kalau mungkin saya sedang diikuti hantu.  Soalnya, yang mencium bau itu cuma saya.  Hiks…

Dalam masa nyidam yang menyiksa kurang lebih saya rasakan 2 bulan ini rupanya cukup menuras energi saya.  Energi lahir batin.  Badan saya yang sudah kecil semakin kecil saja.  Untung perut saya belum kelihatan besar jadi tak terlihat seperti orang yang sedang cacingan.

Saya kasian melihat suami, dia banyak melakukan pekerjaan rumah yang seharusnya menjadi tugas saya.  Saya tak banyak melakukan aktifitas.  Cuma tiduran, makan sedikit, muntah, tiduran lagi, makan lagi, muntah lagi dan begitu seterusnya.

Saya banyak menghubungi beberapa teman yang sudah punya anak untuk sekedar curhat atau lebih tepat jika disebut ngeluh.  Ah.  Dari beberapa teman, ada yang mengalami hal yang sama seperti saya dan ada juga yang tak merasakan apa pun.  Tahu-tahu perutnya besar dan lahiran gitu aja.

Saya juga konsultasi ke dokter atau bidan saat control kehamilan dan mereka semua bilang bahwa itu normal-normal saja.  “Tenang saja, nanti kalau memasuki trisemester ke dua insya allah udah gak gitu lagi, tapi ada juga sih yang sampe 7 bulan.”  Apaah?  Ya Allaaah, jangan lama-lama ya…

Sekarang, usia kehamilan saya sudah 3 bulan dan seminggu lagi memasuki bulan ke 4.  Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena yang saya rasakan di awal-awal kehamilan mulai berkurang.  Semakin berkurang dan kemudian tidak sama sekali.  Tapi, saya masih suka pusing kalau mencium aroma bakso dan kawan-kawannya, wangi-wangian.  Tapi sudah gak pusing kalau nyium bau suami.  Horeee…. Tapi, tapi, saya masih malas mandi, soalnya bau sabun kan wangi.

Yang paling bikin saya senyam-senyum dalam masa ngidam itu adalah waktu siang-siang saya minta jagung bakar.  Ke mana coba nyarinya?  Saya tahu gak ada tapi saya pengen.  Suami langsung berangkat nyari.  Karena gak ada, doi beli jagung keju di carrefour . Lah, aku kan gak mau keju!  Terus sama doi kejunya diambil, untung belum leleh.  Waktu saya makan, eh, gak ada rasanya.  Saya komplen lagi.  Gak kurang akal, akhirnya doi nyeduh air garem sedikit terus dituang di cup jagungnya.  Eh, enak! Eh, minta lagi!

Di masa yang cukup sulit buat saya itu, saya menyadari banyak hal.  Ya, tentang suami saya.  Bahwa yang dikatakan orang-orang yang mengenalnya bahwa sosoknya adalah penyabar, itu benar.  Perhatian dan pengertiannya terhadap saya, kondisi saya sangat patut diacungi jempol.  Kemampuannya untuk menahan atau tak mengeluh itu sangat luar biasa.  Ketulusannya dalam mencintai saya, tekadnya untuk membahagiakan saya, bahkan saya sulit membayangkannya. 

Allah, terima kasih telah menciptakan ia untuk saya.  Saya sangat bersyukur untuk itu.  Dan saya rasa, adalah keputusan yang tepat telah menerima pinangannya meski saat itu belum mengenalnya.

Kembali ke kehamilan. 

Kadang-kadang, saya merasa janin saya mendorong dinding rahim sehingga terasa keras saat di raba.  Jika sedang begini, saya sering mengajaknya bicara.  Bicara apa saja.  Suami pun demikian, adaa saja yang dia ceritakan pada calon putranya.  Dan itu membuat saya geli.

Sekarang, rasa-rasanya saya tak sabar menanti kelahiran buah hati saya.  Semoga semua lancar.  Semua sehat, lahir sempurna tanpa satu kekurangan pun.

“Jadi anak sholeh, ya, Nak.”

Tagged: , ,

7 thoughts on “Asem Manis Masa Ngidam

  1. fawaizzah 27 August 2015 at 8:19 AM Reply

    Reblogged this on Laci Ajaib.

  2. ashaidra 3 January 2014 at 12:06 PM Reply

    wah selamat ya mbak, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan untuk ibu dan janinnya😉

  3. Santy Novaria 2 October 2013 at 9:39 AM Reply

    Uwaaaa, adik kecil.
    Tak ada terlambat untuk ngucapin selamat kan? Selamat menjadi ibu ke depannya ya..

    Peluk sayang dari sini.

  4. Aan 2 October 2013 at 8:41 AM Reply

    nek anake lanang ojo dijenengi aan, ndak uripe rekoso koyo aku, meski ganteng…

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: