M A H A R

 

“Penjenengan ngersakne mahar napa?”

Kamu minta mahar apa?  Begitulah pertanyaan yang saya terima dari calon suami saya beberapa waktu lalu.  Jujur, saya bingung menjawabnya.  Bingung menentukannya.  Hingga akhirnya hanya, “mmmm…. duko,” yang keluar dari mulut saya.  Entah…

Keesokan  harinya, saya langsung browsing di internet dengan keyword MAHAR.  Banyak sekali artikel yang menjelaskan tentang hal ini.  Hadist-hadist dan ayat-ayat yang mengacu pada hal ini pun tak sulit ditemukan.  Alhamdulillah.

Dari sana, saya mengetahui bahwa, mahar bisa sangat sederhana sampai yang sangat mewah.   Mempelai perempuan bebas menentukan bentuk dan jumlah mahar yang diinginkan karena tidak ada batasan mahar dalam syariat.

Boleh minta rumah, dong? Berlian? Atau gadget aja? Hehe…

Sah-saha saja ya, kayaknya?  Kan mahar itu adalah tanda kesungguhan dan kesanggupan laki-laki (calon suami) untuk menikahi dan menafkahi perempuan (calon isteri).  Lebih-lebih kalau calon suaminya memang banyak duit, dalam arti sanggup membayarnya.  Kalau enggak, yaa, kitanya sebagai perempuan harus pengertian kan, ya?  Dari pada gak jadi nikah?  Nanti galau lagi mikirin jodoh #eh.

Bukan semata-mata karena galau sih, tapi coba deh baca hadist ini:

Sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, “Artinya : Diantara keberkahan seorang wanita ialah yang mudah urusannya dan murah maharnya.” [Hadits Shahih Riwayat Abu DawudVI/77&91, Ibnu Hibban 1256, Al-Bazar III/158, Ath-Thabrani dalam Mu’jamus Shaghir I/169 dst…]

Nah, kaaan….🙂

Sudah pernah dengar pula kan, cerita tentang Rasulullah SAW yang menikahkan sahabatnya dengan mahar hafalan beberapa ayat Al Quran setelah ia (sahabatnya) tak menemukan cincin (meski dari besi) yang Beliau perintahkan?  Sudah dong ya?  Kalau belum, coba deh browsing😀

Kembali ke pertanyaan di atas, iya, yang paling atas, mahar apa yang kira-kira saya minta kepada calon suami saya.  Kalau nurutin ego, pastinya saya akan minta mahar yang bernilai mahal, dong.  Minimal rumah seisinya.  Hlaa…

Tapi saya tahu, jika calon suami saya bukanlah laki-laki yang bergelimang harta (saat ini), saya paham, bahkan untuk menjemput setiap rejekinya ia harus meneteskan banyak peluh (saat ini).  Saya mengerti, tak ada barang mewah yang mahal yang mampu ia berikan untuk saya (saat ini).  Lantas, masihkah saya akan memberatkannya dengan mahar yang mahal?

Njur, jenengan ngersakne mahar napa?

*Ngetik SMS kirim jawaban* :p

Tagged: , , , ,

12 thoughts on “M A H A R

  1. mahfudzspdi 1 September 2013 at 12:20 AM Reply

    Reblogged this on Mahfudz spdi smpn 1 mantup.

  2. Budina 22 May 2013 at 10:45 AM Reply

    *nunut watuk*
    *nunggu undangan*

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: