#postcardfiction : Andira

Menurut prediksi dokter, ia akan lahir dua minggu lagi.  Senang, cemas, takut, tak sabar, semua perasaan rasanya bertumpuk-tumpuk mendatangiku.  Ini adalah pengalaman pertama, hamil pertama, janin pertama kami.

Sebuah nama sudah kami persiapkan, nama perempuan dan laki-laki.  Ya, kami menyiapkan dua nama sekaligus meskipun beberapa kali di USG, dokter mengatakan calon bayi kami adalah perempuan.

Sudah sejak beberapa minggu lalu, kami menyiapkan kamar istimewa untuknya.  Bercat dinding warna putih salju, dibalut gambar kartun Pocoyo dan teman-temannya.  Ada Elly, gajah berwarna pink yang sedikit centil, Pato, bebek kuning bertopi hijau, Loula, anjing kecil yang lincah, dan Sleepy Bird, burung kecil berwarna tosca yang hobi tidur.  Bok bayi dan beberapa mainan juga sudah kami siapkan.  Bahkan, aku juga sudah merajut beberapa kaos kaki dan syal untuknya.

Dua minggu dari prediksi dokter datang juga, aku tak merasakan apa pun.  Maksudku, aku tak merasa ada tanda-tanda bayiku akan lahir.  Tiga hari kemudian, perutku baru terasa mulas, sakit sampai tak terhankan.  Suamiku dengan sigap membawaku ke Rumah Bersalin.  Dan dokter bilang, sudah bukaan empat.

Tiga jam kemudian, perasaan paling luar biasa kurasakan.  Sakit selama mengejan tiba-tiba terganti buncahan kebahagiaan saat mendengar suara tangisya.

“Dia perempuan,” kata suamiku yang sedari tadi tak sejangkah pun pergi dariku.

“Apa dia cantik?”

“Sangat cantik sepertimu,”

Setelah bayiku dibersihkan, ia dibaringkan di atas tubuhku.  Mencari-cari air susu.  Betapa sempurna perasaanku.  Kebahagiaanku.  Setelah pernikahanku delapan tahun lalu, akhirnya aku menjadi seorang ibu.

Aksara Ayu Andira, itulah nama yang kami berikan untuknya.  Dia cantik sekali, sehat, dan pintar.  Semua orang yang melihatnya tak akan tahan untuk tak mencuri mengecup pipinya atau bahkan ada yang sampai hati mencubitnya.  Menggemaskan, kata mereka.

Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama.  Pradipta, tiba-tiba kembali muncul dan meminta paksa Andira.  Dia akan merawatnya.  Tentu saja aku tak rela, meski aku tahu, kakak iparku itulah sebenar-benarnya ayah biologis Andira.

Tagged: , , , , , ,

24 thoughts on “#postcardfiction : Andira

  1. Mayya 17 December 2012 at 2:10 PM Reply

    Ow ow ow si emak nakal hihihi…

  2. g 11 December 2012 at 7:44 AM Reply

    Beuh…. patuk-patuk si aku. jangan kasih, blum bakalan ketahuan kalo blum tes DNA, wkwkwkwkwkwk…

    • g 11 December 2012 at 7:45 AM Reply

      Waaait, kalo udh tes pun, teuteup musti dipegang sama mamanya, wong masih nyusu. (wakakaka…ngajakin ngebahas inih)

      • fawaizzah 11 December 2012 at 12:44 PM Reply

        Jadi, inti dari kedua komen di atas adalah…
        Jangan kasi!

        • g 11 December 2012 at 9:48 PM Reply

          Hahaha, iya, galakan pembacanya daripada protagnya ya😀

  3. jiah al jafara 6 December 2012 at 1:02 PM Reply

    heeee
    selingkuh ato gmn itu???

    • fawaizzah 6 December 2012 at 2:26 PM Reply

      waduh, hehehe, pembaca bebas membuat kesimpulan. hihihi

  4. ephy 6 December 2012 at 11:30 AM Reply

    ehem, setelah pernikahan 8 tahun?
    ayah biologis?
    hu…a….
    ini cerita penuh teka-teki….

    • fawaizzah 6 December 2012 at 11:58 AM Reply

      hihihi makasih sudah mampir, mba
      🙂

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: