Burung Gereja

Burung Gereja

“Aku tak datang,” katamu suatu pagi nyaris siang. Saat burung gereja berjajar-jajar di temali bertegangan tinggi.

“Kenapa?” tanyaku tak mengerti. Benar-benar tak mengerti. Burung-burung itu meloncat, terbang merendah dan memunguti remah-remah sisa sarapanmu tadi.

“Untuk apa? Mencipta rindu lebih nyeri?” ucapmu, tajam. Membuat gerombolan burung berbulu cokelat itu kembali terbang, sebagian membawa helaian jerami.

Aku diam. Memilih kata yang mampu mendekap keras kepalamu. Dan sayangnya, aku tak menemukan. Barang sebiji.

Lantas, sepi menyergap lama sekali. Burung-burung tadi sudah pergi, aku tak yakin mereka akan kembali.

“Mungkin lain kali,” katamu lagi. Lebih lembut kini.

Sedang aku masih saja diam, semakin tak mengerti dengan apa yang berkelindan di pikiranmu. Di hatimu.

“Apa kau janji?”

Sunyi bergilir padamu. Hanya napas yang kau jaga agar tetap berjalan satu-satu.

“Apa kau janji?” tanyaku lagi, mencengkerammu dengan nyalimu sendiri.

Kita pun kembali sunyi.

“Katakan ‘ya’, agar aku punya alasan untuk marah padamu, jika janji tak kau tepati,” kataku dalam hati.

Tapi kau justru memilih pergi, menyusul burung-burung gereja yang membawa helaian jerami.

Sedang di sini, aku memilih tetap sepi. Sendiri.

Tagged: , ,

5 thoughts on “Burung Gereja

  1. HM Zwan 13 November 2012 at 12:29 PM Reply

    sini zwan temenin zah…..😀

    • fawaizzah 13 November 2012 at 3:01 PM Reply

      Boleh-boleh, sambil minum es degan, yuk! 😀

  2. Triyoga Adi perdana 12 November 2012 at 7:41 PM Reply

    Wah wah, sini ku temenin mbak. hihihi🙂

    • fawaizzah 13 November 2012 at 9:22 AM Reply

      huehue sambil makan popcorn kayaknya enak 😀

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: