Padam

Padam

Pernah suatu ketika aku datang padamu. Menangis sampai mata dan kepalaku sakit setelahnya. Kubilang, aku takut jika pelita itu padam. Semua akan menjadi gelap, bagaimana aku akan melihat?

Tapi kau hanya diam, membiarkan diriku menjabar segala ketakutan. Menguraikan banyak hal yang belum tentu tapi begitu mewujud karena kekhawatiran.

Bagaimana jika…
Bagaimana jika…

Sampai kemudian aku terdiam karena kelelahan.

Lalu kau berkata,”Pejamkan saja matamu. Kegelapan akan hilang. Bukankah ada banyak warna dan cerita dalam mata yang terpejam?”

Kuikuti katamu, aku sibuk memejam dan kau benar! Kutemukan banyak warna dan cerita yang beragam.  Sirna sudah segala bentuk ketakutan dan kekhawatiran

Sedang di luar sana, pelita benar-benar padam mengiringi langkahmu yang menghilang.

Tagged: , ,

8 thoughts on “Padam

  1. Akhmad Muhaimin Azzet 1 October 2012 at 2:07 PM Reply

    langkah yang menghilang dalam gelap itu
    masih terasa geraknya, dalam sekali
    di ujung hati

    • fawaizzah 2 October 2012 at 8:54 AM Reply

      ya ya, terasa geraknya, dalam sekali di ujung hati

  2. annisarangkuti 29 September 2012 at 6:52 PM Reply

    Jadi ini inspirasi dari lagu mbak Leil? Hihihi..

    Lagiiii…yg lebih unyuuu..tapi ini udah unyu kok, Zah..😀

    • fawaizzah 30 September 2012 at 5:48 PM Reply

      Sebenrnya sih, bukan, Kak Nisa. Rencananya kemarin bikin cerpen, tapi gak bisa nyelesein. Dari pada frustasi, makanya cari pelarian bikin ini. haha

  3. Babeh Helmi 29 September 2012 at 5:21 PM Reply

    Imajimu makin mateng Zah. Kalo bisa, tambahin dooong biar ngulek2 hatinya makin unyuuu😛

    • fawaizzah 29 September 2012 at 5:25 PM Reply

      aku nulis ini gegara gak bisa nulis cerpen yang seharusnya ditulis sejak beberapa hari lalu. Mandek. Lalu akhirnya tak buang ke folder draft. Baru dapet selembar aja ngos-ngosan.

      Klo posting di bawah gambar begini biasanya gak pake mikir, gak pake ditulis di word juga. Ngalir aja.

      Beda klo mau nulis agak panjangan, yg sudah di setting alur dan tempatnya. Entah kenapa begitu.

      *malah curhat

  4. Gusti 'ajo' Ramli 29 September 2012 at 5:11 PM Reply

    ku coba pula untuk memejamkan mata, namun apa yang terjadi?… eh malah ketiduran… hehehehehehe

    • fawaizzah 29 September 2012 at 5:26 PM Reply

      selamat merangkai mimpi kalo begitu 😀

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: