Sisa Hujan #2

Sisa Hujan #2

Itu sudah sejak beberapa waktu lalu, harusnya kau masih ingat. Aku membidik setelah kau memberikan persetujuanmu.

Embun masih deras pagi itu, lalu tanpa sepengetahuanku, kamu menelusup di antaranya. Bersemayam di anak rambutku, entah berapa lama.

Ya sudah cukup lama, sepertinya bulan lalu. Atau, bulan lalunya lagi?

Bulan ini sudah di lembar tujuh, kau belum mengunjungiku. Kupikir kau akan datang di lembar empat lalu memberiku kejutan, tapi ternyata tidak. Tak apa, kau masih punya sisa dua puluh empat lembar lainnya. Bukankah itu cukup banyak?

Datanglah ketika menjelang malam, biar aku leluasa menyimpan aromamu dalam kantungku. Keesokan paginya, kucipta selempar gambar berpuisi menakjubkan lewat butir-butir air yang kau sisakan.

Lekaslah datang, hujan.

Tagged: , , ,

18 thoughts on “Sisa Hujan #2

  1. Akhmad Muhaimin Azzet 25 July 2012 at 2:22 PM Reply

    sisa hujan dalam puisi panjang yang menyejukkan…

  2. touringrider 20 July 2012 at 11:23 AM Reply

    nice pict, nice poem.. kata sederhana, namun mengena.

  3. nadiaananda 13 July 2012 at 10:19 AM Reply

    hehehehe… mudah-mudahan ane pertamax!! Wahh ,, kalah cepet dah.. Hihihi..

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: