Cerita dalam Potongan Tahu

Cerita dalam Potongan Tahu

Namanya Mbah Samidi, aku bertemu dengannya pagi tadi. Dengan tenaga tua, ia memancal pedal dengan rombong bambu di boncengan sepedanya. ‘Tahuu… tahuu…’ teriaknya, parau.

Di balik jendela, aku memperhatikannya memutar sepeda. ‘Jalan buntu,’ begitu mungkin pikirnya. Aku keluar, bertanya, apa yang ia jual. Meski sebenarnya aku sudah tahu dari teriakan yang samar kudengar. Berbasa-basi, apa salahnya?

Dari beberapa potong tahu, lalu kudengar banyak cerita. Kamu tahu, ia umur berapa? Ah, ya, ia sendiri bahkan tak mengetahui berapa angka pastinya. “Kira-kira, wis luwih telungprapat,” beliau berkata.

Disela-sela pertanyaanku, yang melulu ingin banyak tahu, beliau mengeluarkan sebatang rokok, bukan seperti rokok-rokok yang sering kali kulihat. Rokoknya berbalut klobot. Kulit jagung. Mirip seperti rokok yang sering kali dihisap Enangku dulu.

“Udud sik, cah ayu,” aku tersenyum.

“Sejak tahun limo siji,” jawabnya, ketika aku bertanya, sejak kapan beliau berjualan tahu keliling. Bayangkan, betapa sudah lama.

“Mboten, aku mendhet ning Kauman.” Ah, kupikir tahu-tahu ini ia buat sendiri, ternyata mesti diambil dari Juragan, kemudian ia jual keliling.

“Mbah Edok wis tilar, aku ditinggal wis nem likur tahun.” Betapa kesepiannya ia selama 26 tahun ini. Mungkin masih ada anak-anak, cucu-cucu, tapi kukira istri yang sangat dicintai tak akan begitu mudah terganti.

Mbah Samidi, Mbah Samidi, esok kau boleh kembali.

Tagged: , ,

16 thoughts on “Cerita dalam Potongan Tahu

  1. Asop 20 June 2012 at 1:28 PM Reply

    ….semoga saat beliau berjualan tahu, beliau tidak sedang merokok.😦

  2. Oddie 19 June 2012 at 1:44 PM Reply

    Ini namanya secuil yang sederhana.
    Tetapi, perlu mata cerdik untuk menangkap dan membingkainya dalam cerita.
    Secuil yang kemudian terus bercerita di benak pembaca.
    Asik!🙂

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: