Selamat pagi, Kopi!


Matahari belum sempurna bangun, bahkan semburat jingga pertanda fajar tiba belum ada. Aku terbangun. Sesuatu yang terasa lembut membangunkanku, merayapi hati, lalu membuatnya, hatiku, sesak sekali.

Aku mengintipmu lewat celah biasa.  Kamu ada, ya kamu terlihat, kopi!  Tapi aku tak berani menyapa.  Tubuhku kelu, lidahku tak mampu berkata-kata.

Semburat matahari meriap-riap, pagi tak lagi sebuta tadi.  Tapi, kopi, rasa itu tak mencair karenanya.  Ia semakin menggumpal.  Aku semakin kesulitan mengurainya menjadi kata-kata.  Memberitahumu, ya, memberitahumu sesuatu.

Tapi aku tak tahu bagaimana caranya, aku tak tahu bagaimana katakana padamu.  Baru memikirkannya saja tubuhku menjadi kaku, nyaliku luruh seketika itu.

Lalu, kuambil pena, menuliskannya dalam buku rahasia, bahwa pagi ini, kopi, aku rindu sekali padamu.  Embun pagi yang menjadi saksi.

Buku Rahasia, 180312 – pagipagi

Sumber gambar : http://akusukamenulis.files.wordpress.com/2010/07/embun-pagi.jpg

Tagged: , , ,

2 thoughts on “Selamat pagi, Kopi!

  1. Nathalia 17 April 2012 at 9:59 AM Reply

    mari ngopi🙂

  2. Akhmad Muhaimin Azzet 5 April 2012 at 2:09 PM Reply

    berharap agar buku rahasia itu isinya didengungkan angin lalu mengalun ke dalam kehangatan kopi…

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: