Belum Kalah

1330846639803441459

Sudahlah, kubilang sudah!

Bosan rasanya aku berkata pergilah. Kamu selalu bergeming dengan senyum tersungging. Sedang perutku mulas bukan main.

Berbicara serasa percuma, diam juga tak ada gunanya. Kamu selalu datang tanpa pernah kusambut ramah. Aku tak mengerti, apa yang membuatmu sebebal ini.

“Kaupikir aku akan menyerah? Aku adalah kesatria yang tak pernah kalah!” katamu pongah.

Aku nyaris saja meledak jika tak pandai-pandai memarkir hati. Tak apa terserak, asal tak kaukuntiti saja, aku sudah merasa senang, menang. Tapi selalu saja begini, kamu tak membiarkan aku bergerak tanpa ujung benang bersimpul di jempol kaki. Sedikit saja getaran, sudah mampu mengisyaratkan bahwa aku ingin pergi, berlari. Jauh darimu.

Lalu suaramu melolong, membuat sakit telingaku, dadaku. Dan aku akan kembali meringkuk. Pilu. Tak ada yang peduli.

Aku merapal mantra-mantra, berharap kamu sirna. Tanpa bekas. Tanpa jejak. Tapi entah apa yang membuatmu begitu bertuah. Tak pernah goyah. Mendesak. Menerkam. Menikam. Menyakiti aku, tapi tak pernah mau membuatku mati.

Sudahlah, sudah! Aku benar-benar tak mau lagi. Hingga akhirnya, aku mulai pasrah. Membiarkanmu meresap lewat pori-pori, berbaur dengan darah lalu menjalari hati. Seperti amoeba, tubuhmu terbelah dua, terbelah dua lagi, lalu lagi dan lagi. Banyak sekali. Tak terhitung, tak terhingga. Hingga hati dan darahku tak lagi berwarna merah, tak juga jingga.

“Sudah kubilang, aku adalah kesatria yang tak pernah kalah!” katamu dengan senyum mengembang.

”Silahkan bersuka cita, rindu!” kataku sambil tersenyum, sinis sekali. Dan setelah itu, diam-diam, tanpa sepengetahuanmu, aku bersepakat dengan waktu. Berikrar, bahwa aku belum kalah. Aku akan membalasmu nanti. Dan itu pasti!

.

sumber gambar: solorayaonline.com

Tagged: , ,

8 thoughts on “Belum Kalah

  1. Akhmad Muhaimin Azzet 6 March 2012 at 3:14 PM Reply

    aku juga diam-diam ikut bersepakat dengan waktu
    sungguh, aku juga belum kalah
    suatu saat nanti

    [tanganku menggenggam kuat sekali]

    • fawaizzah 6 March 2012 at 3:29 PM Reply

      semoga waktu tak pernah khianat😀

  2. ahsanfile 5 March 2012 at 1:18 PM Reply

    sik sik … iki potongan cerita atau sebuah postingan single ?
    aku koq bingug mocone yo
    😀
    salam kenal

    • fawaizzah 5 March 2012 at 5:20 PM Reply

      haha embuuh😛

      salam kenal kembali

    • ahsanfile 6 March 2012 at 6:48 AM Reply

      Nganti siki aku durung mudeng alur ceritanya … padahal wis ping 3 maca …

  3. sash 5 March 2012 at 7:46 AM Reply

    Semoga memang tidak kalah🙂
    eh itu melolong ya bukan melonglong #macakeditor hahahaha :*

    • fawaizzah 5 March 2012 at 8:43 AM Reply

      haha

      eh iyoo, suwun koreksinya, nona!!😆

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: