Jemari

Ingatkah beberapa warsa lalu saat jemari kita saling bertaut? Lima jemari kirimu menyusup pada celah jemari kananku. Hangat. Pekat kabut tak kuasa menusukkan dingin pada pori-pori yang bahkan terbuka.

Di pagar tepian telaga kita duduk, membelakangi belantara hutan pinus. Gerimis menjadikan wangi pinus sempurna berbaur dengan aroma tanah yang basah. Segaris senyum di wajah teduhmu membuat kata yang kuhimpun terberai. Serasa memasuki sebuah labirin rasa lalu tak mampu mengejawantahkan dalam kata.

“Tak akan ada kata yang mampu mewakilinya, jadi usah berkata.”

Aku mengangguk setuju. Dingin Gunung Lawu tak kurasai. Kecipak air telaga melanting di ujung jemari kaki, basah. Tapi dinginnya tak sampai membuat kudukku berdiri.

Gerimis masih mendominasi, tapi kita tak juga bertandang ke warung kopi. Masih menikmati. Rasa yang abadi.

***

(masih) Duduk di pagar tepian telaga, membelakangi hutan pinus. Kabut pekat. Gerimis. Wangi pinus. Aroma tanah basah. Semua nampak masih sama. Kecuali dinginnya. Tubuh menggigil hebat. Kutangkupkan sepuluh jari, mengisi sela jemari kanan dengan jemari kiri. Karena kali ini aku datang sendiri.

1324705520154743764

Narsis ah, yang motoin Babeh Helmi lho😀

Tagged: , ,

4 thoughts on “Jemari

  1. ranselhitam 27 December 2011 at 9:07 PM Reply

    pengen ke sarangan😦

  2. Akhmad Muhaimin Azzet 27 December 2011 at 11:06 AM Reply

    meski datang lagi
    sendiri
    tapi tetap tak ada kata
    yang
    mampu mewakilinya

  3. ardhyanz 25 December 2011 at 7:03 PM Reply

    Like tulisannya, hmm benar-benar sarat makna…

  4. Yoga PS 24 December 2011 at 8:42 PM Reply

    cieeeee

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: