Perjalanan

“Teruslah berjalan, dan kau akan menemukan jalan pulang.”

Adalah kalimat sakti yang tiba-tiba terngiang begitu saja saat aku berusaha menemukan jalan untuk pulang (lebih tepatnya nyasar). 11.30 keluar dari terminal Puroboyo, Madiun. Setelah mengantar seorang teman yang akan kembali pulang ke kotanya.

“Lewat Ring Road saja mba, nanti lebih cepat. Setelah bunderan yang di depan itu nyerong kiri. Terus lurus saja!” begitu kata tukang parkir.

Bukan saya kalo gak dudul, udah dibilang lurus saja, pake belok kanan segala (feelingnya nyuruh belok). Tadinya sih okeoke saja, masih merasa pernah lewat jalan ini (atau cuma de javu). Tapi setelah jalan aspalnya habis, kanan terbentang kebun tebu, kiri sawah yang maha luas, baru deh ngeh klo udah nyasar. Bukannya muter balik malah nekat lanjut. Bukannya nemu jalan raya lagi eh malah masuk perkampungan. Untung masih ada mas-mas baik hati yang mau menjelaskan bahwa aku sudah nyasar terlalu jauh.

“Embak kalo balik lagi nanti malah bingung, mending lurus saja. Sebelum ketemu jembatan gantung gede, jangan belok.”

Kali ini saya nurut, menarik pelan gas Bluiz dengan bibir terus merapal mantra,”Teruslah berjalan, dan kau akan menemukan jalan pulang.”

Setelah berjalan lewat jalan 2 tapak (setapak lebih lebar dikit) ± 1 km, baru kelihatan ada jembatan gantung gede warna biru. Mentok. Lalu berhenti di pertigaan. Bingung. Belok kanan atau kiri? Beruntung, ada mbak-mabk cantik yang berhenti di deket pertigaan, mungkin sedang menunggu seseorang.

“Oh, klo mau ke Magetan dari sini ke kiri mba, lurus saja nanti ketemu jalan Raya Ngawi.” kata embaknya.

“Jalan Raya Ngawi? emang di sini itu daerah mana mba?”

“Ini Kajang Mbak, ini yang namanya jembatan Kajang!”

Belum sempet berterima kasih, aku udah kepingkel-pingkel duluan. Antara ngerasa dudul tingkat tinggi dan senang menemukan jalan pulang.

“Terima kasih Mba,”

Lanjut jalan (masih kepingkel-pingkel), jembatan Kajang ini hanya berjarak ± 10 km dari jalan masuk kampungku. Itu pun jalannya lurus. Dan dudulnya lagi, aku udah lewat jalan ini entah berapa ratus kali =))

Sampai rumah langsung nengok jam, 12.04, dan itu berarti perjalananku hemat 11 menit dari biasanya. (Jika lewat jalan yang biasanya.) Dan mendadak aku merasa KEREN! hahaha

“Jangan pernah merasa takut jika nyasar! Teruslah berjalan, dan kau akan menemukan jalan pulang.”

Tapi gak yakin bakalan gak nyasar lagi. Begitulah, jika NYASAR dijadikan sebagai HOBI.

Tagged: , ,

6 thoughts on “Perjalanan

  1. anazkia 23 December 2011 at 12:31 PM Reply

    Wahahahaha…
    Asli ngakak, Mbak, kok sama dudulnya kek saiyah

    Buahahaha…

    Di sini saljunya gak banyak😛

  2. Aziz Safa 28 November 2011 at 3:59 PM Reply

    ha-ha-ha… coba saat unyil tersesat ketemu playboy cap kadal. pasti akan dibisiki,

    “bapakmu pemuja setan, beibs?” | “emang knapa?” | “aku terSESAT ke dalam hatimu…”

    selamat sore, nyil!

  3. Akhmad Muhaimin Azzet 28 November 2011 at 9:42 AM Reply

    nyasar yang justru menyenangkan, betapa tidak, hemat 11 menit (hehe… rigit banget, kok ga hemat 10 menit aja, hehe…) plus pengalaman baru melewati jalan baru….

    [duwe pacar bukan jaminan untuk tidak tersesat di jalan, hehe…]

  4. ranselhitam 28 November 2011 at 8:37 AM Reply

    tersesat dalam perjalanan selalu menyenangkan kok. (nulis komen ini sambil mengingat momen2 tersesat di tempat2 yg blm pernah dikunjungi dan akhirnya menemukan hal-hal baru)

  5. Yoga PS 27 November 2011 at 3:10 PM Reply

    makane gawe GPS

    • fawaizzah 27 November 2011 at 3:48 PM Reply

      Selamaaat, komen anda berbeda. biasanya aku dapet komen begini: “Makane duwe pacaar!!”

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: