Potongan Kalimat

Satu hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah sebuah perpisahan. Dan yang paling menyakitkan adalah rasa kehilangan setelahnya. Keduanya nampak berbeda, tapi keduanya mempunyai benang yang sama. Jika salah satu ujung ditarik, maka ujung lainnya akan bergerak mengikuti. Begitulah. Saling berkaitan. Berhubungan.

Dan ‘kaca spion’ sering kali mengingatkan, jangan terjerembab di lubang yang sama.

Kesalahan tak luput untuk dilakukan, pun hal-hal yang menuntut untuk berlaku benar atas kesalahan. Tapi melakukan suatu kesalahan yang sama dalam perjalanan lanjutan, itu adalah bodoh. Meski disadari atau tidak, mengulang kesalahan sering dilakukan dengan sengaja. Dan rasa cinta adalah alasannya. Cinta tak mengenal kesalahan, dan cinta tak mengenal logika. Cinta tak butuh pengakuan apakah itu benar atau salah. Cinta ya cinta saja, jika salah, maka cinta sudah menyiapkan cara untuk membuatnya benar. Dengan resiko, kita akan sibuk setelahnya. Sibuk menata hati yang kembali berkeping-keping.

‘Kaca depan’ selalu lebih lebar dari ‘kaca spion’

Esok tak pernah bisa kita tebak, tapi Tuhan memberikan otak dan rasa agar manusia leluasa merancangnya. Meskipun Tuhan tak pernah mengalihkendalikan keputusan-Nya, tapi Dia memberikan kesempatan untuk sebuah rancangan dan Dia akan kapan saja bersedia untuk berdialog ‘membicarakan’ ini. Dan bijaksana  adalah ketika merancang esok tanpa tak acuhkan kemarin. Lurus menatap kaca depan, dengan sesekali menilik spion.

Hidup itu adalah tentang sabar dan syukur (juga ikhlas)

Jika mampu memiliki itu, maka, Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? Sudah tak ada tempat untuk sebuah keluhan.

NB:

Thank to @SopirBis atas potongan kalimat saktinya.

Tagged: , , , , , ,

3 thoughts on “Potongan Kalimat

  1. oliviagoodness 21 December 2011 at 4:29 PM Reply

    supaya gak terjebak nafsu untuk mengulangi kesalahan yang sama, harus sering-sering menyebut nama-NYA. ini pengalaman pribadi sih…..

  2. Aziz Safa 28 November 2011 at 3:53 PM Reply

    memang kaca depan selalu lebih besar dari kaca spion. tetapi, kendati kecil, spion tetap penting bagi pengendara kehidupan.

    # beibs… tau gak? kamu tuh sperti spion. sejak ada kamu, aku gak lagi menoleh kanan kiri saat mengendarai hidupku.

  3. ranselhitam 28 November 2011 at 8:34 AM Reply

    ada yang sedang berkontemplasi rupanya🙂

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: