Cake

Disebuah pagi seseorang datang padaku, memberiku sekotak cake. Tampilannya sangat menarik. Pink. Menggoda.

Cake ini enak, manis. Untukmu…” katanya

Aku memandang cake itu sebentar, tanpa kucicipi, aku percaya jika cake itu manis, legit. Tampilannya sempurna menggoda dengan taburan ceres beraneka warna. Sejenak air liurku berhamburan, kemepyar.

“Kayaknya enak, tapi maaf aku tidak bisa menerima cake ini. Aku tidak bisa makan makanan yang terlalu manis.” Senyumku nyengir, ada banyak rasa sungkan  untuk menolaknya. Tapi aku harus. Orang boleh mengenalku, tapi aku lebih mengenal diriku sendiri. Makanan itu akan menyakitiku jika aku memaksa untuk memakannya. Gigiku sakit. Dan itu sakit.

“Jadi kamu menolaknya?” segudang gurat kekecewaan terhidang dari raut wajahnya, sorot matanya jelas menggambarkan ketidaksukaannya. Lalu dia pergi. “Permisi,” katanya.

Beberapa waktu kemudian dia kembali, marah, menyumpah serapah. Semut dan pasukannya mendului sang empunya, menjamah cake itu. “Ini salahmu! Kamu memang tak bisa menghargai maksud baik orang,” tuduhnya, sambari telunjuknya diacungkan tepat di depan hidungku.

Aku diam menunduk, mencari tahu dimana salahku.

“Coba kemarin kamu menerima cake itu, tak akan mubazir jadinya!” teriaknya lagi, aku lagi-lagi hanya diam, menunduk. Mencoba memahami arti salah dalam tuduhannya.

“Sok!!” katanya singkat sambil melangkah pergi.

Mungkin, jika kamarin aku menerima cake itu, mendiamkannya di meja tanpa menjamahnya hingga cake itu busuk dengan sendirinya, atau aku memaksa untuk memakan cake itu dengan resiko gigiku semakin sakit, baru sebuah hal yang benar menurutnya.

Entahlah. Benar dan salah kadang selalu berbeda jika kita memandangnya dari sudut yang berbeda pula.

Tentang cake yang legit dan menggoda itu? Hehe aku tak pernah menyesal menolaknya. Setidaknya, aku telah menghindarkan gigiku dari rasa yang lebih sakit.

#BeraniBermimpi #semangArt

16 thoughts on “Cake

  1. Akhmad Muhaimin Azzet 19 October 2011 at 9:08 AM Reply

    seandainya cake itu diberikan kepadaku? hhmmmm…. ngarep…

    • fawaizzah 19 October 2011 at 9:14 AM Reply

      hihiihihi mesti ke Jogja dong Om😀

  2. olivia g 19 October 2011 at 8:00 AM Reply

    lain kali diterima aja. tapi kasihkan ke orang lain yg bisa memakannya. gw bersedia nampung, hihihi…

    • fawaizzah 19 October 2011 at 9:13 AM Reply

      hehe iya, lain kali deh😛

  3. maseko cahyo 17 October 2011 at 6:25 PM Reply

    kayaknya saya juga gak doyan.. takut saya tambah manissss..

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: