Itu Saja

Kamu datang tanpa lagu, tapi saat pergi justru meninggalkan lirik dan melodi, “untuk kau dengar jika rindu” katamu. Aku terpaku. Kini bertahun berlalu, lirik itu melebur dalam melodi, menggetarkan lara dalam kegalauan rindu.

Aku rindu. Bukan hanya pada sosokmu, tapi juga pundakmu. Tempat ternyaman untuk bersandar saat aku lelah.

Aku lelah, lalu aku rindu. Itu saja.

“Tidakkah kau tahu kuselalu mencari waktu ‘tuk bertemu denganmu, lihatlah kedua mataku bersinar resah dan jiwaku tlah lelah.” Katon Bagaskara

6 thoughts on “Itu Saja

  1. Asop 13 October 2011 at 3:31 PM Reply

    Kalo saya lelah, saya tidur, tidak merindu.😆

    • fawaizzah 14 October 2011 at 12:24 PM Reply

      ho oh, padahal merindu itu malah bikin lelah😀

  2. Akhmad Muhaimin Azzet 13 October 2011 at 2:59 PM Reply

    rindu
    bergulung
    di seruang jiwa
    menunggu
    sua

  3. wongedan 11 October 2011 at 12:32 PM Reply

    EAAAAA

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: