Pesan Singkat

Senja belum sepenuhnya pergi, masih ada bias-bias jingga menyorot di batas langit barat saat kuterima pesan singkat darimu. Pesan yang benar-benar singkat. Tapi begitu memikat. Ah, mungkin jika orang lain yang membacanya akan terasa biasa saja. Tapi entah kenapa, aku selalu tercekat nikmat jika mendapat pesan singkat darimu. Kubaca berulang. Memperhatikan perlahan. Bahkan setiap tanda bacanya. Memastikan aku tak salah menerka.

Apa kabar?

Begitu kira-kira pesan singkatmu. Namun aku tak segera membalasnya. Menunggu senja pulang ke peraduannya. Membiarkan tubuh bermandikan kegelapan petang. Sambil terus menikmati rasa yang entah apa namanya. Rasa yang hadir seketika saat kubaca pesan singkatmu itu. Rasa yang tak biasa, bahkan rasa ini terasa lebih berasa dibanding ketika aku memandang langit senja. Di sini. Di pematang sawah milik Mbah Lurah. Area sawah yang hanya beberapa puluh meter dari teras rumahku.

Baik…

Jika sudah begini aku akan merasa menjadi bodoh. Untuk mengetik kata baik dengan tiga titik saja, aku membutuhkan sekian banyak waktu. Mengetiknya, menghapusnya, mengetiknya lagi, menghapusnya lagi. Entah hingga berapa kali. Jumlah titik pun tak luput dari pertimbanganku.

Dan yang lebih gila adalah ketika aku menunggu pesan balasan darimu. Ingin rasanya memberitahu semua orang untuk tidak mengirimiku pesan atau menghubungiku untuk beberapa waktu. Membiarkan hanya namamu yang tertampil di layar ponselku. Membiarkan hanya kamu yang menghubungiku.

Hati terasa terlecut, detak memburu ketika getar ponsel terasa mengusik lamunku. Berharap itu balasan pesanmu.

Magrib, ndang mulih!

Ternyata #KanjengMami yang mengirim pesan😐

Tagged:

4 thoughts on “Pesan Singkat

  1. Emak Gaul 12 September 2011 at 5:19 PM Reply

    hihihihihi, itu berarti pertanda…kanjeng mami lebih penting utk didengar dan ditunggu sms-nya..🙂

    • fawaizzah 13 September 2011 at 12:19 PM Reply

      kayaknya emag gitu nte,…
      hahahaha

  2. Helmi Budiprasetio 12 September 2011 at 4:46 PM Reply

    Magrib, ndang mulih!

    Ternyata #KanjengMami yang mengirim pesan😐

    Kugiring lagi soang-soang menuju rumahku …🙂

    • fawaizzah 12 September 2011 at 4:56 PM Reply

      Bukan lagi angon soang beh, tapi bebek😆

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: