Kemarin, kemarinnya lagi

Kemarin, kemarinnya lagi

Saat tanah liat bisa dibentuk kuda sederhana dari tangan-tangan mungil

Saat hujan sore begitu sempurna sebagai arena bermain

Saat kebun tebu menjadi tempat persembunyian paling aman

Aku tak pernah berpikir tentangmu

 

Kemarin, kemarinnya lagi

Saat kunang-kunang menjadi buruan malam yang paling dicari

Saat capung kecil dimangsakan untuk dhadhaerok

Saat ikan wader mengalihkan rindu untuk makan ayam

Aku tak pernah membutuhkanmu

 

Kemarin, kemarinnya lagi

Saat belajar menghitung begitu membingungkan

Saat belajar membaca begitu sulit dengan ejaan

Saat belajar menulis begitu paling dominan

Aku tak pernah berdoa untukmu, meminta pada Tuhan, agar Dia selalu melindungimu, menjagamu.

 

Kemarin, kemarinnya lagi

Aku tak pernah bertanya pada Tuhan, kapan Dia mengirimmu untukku?

 

 

Tagged:

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: