Sepotong Hati di Tumpukan Jerami

ditumpukan jerami, sepotong hati pernah kusinggahkan

tak ada hasrat untuk memungutnya kembali,

biarkan saja dia membuat sarangnya di sana

ya, ditumpukan jerami itu

lantas panas dan hujan membuatnya lapuk

jerami itu yang lapuk, bukan hati yang kusinggahkan

lapukan jerami berbau busuk, menumbuhkan jamur-jamur tiram

anak-anak udik memetiknya, buat lauk sewaktu sarapan

“Mak, ini gantinya daging ayam” begitu kata meraka

kubiarkan saja hati itu terinjak-injak, biar dia tahu rasa

tempat mana yang lebih baik untuknya

aku pernah memberinya kenyamanan, di sini, di langit-langit hatiku

tapi dia berontak dan minta bebas, ingin mencicipi pemilik hati yang lain

sekarang, terima saja nasibmu

saat burung elang menerkam lalu mematuk dan merobek-robekmu

akan kupungut kau kembali

jika kamu sudah belajar, bagaimana memperlakukan aku

yang mencintaimu

4 thoughts on “Sepotong Hati di Tumpukan Jerami

  1. nashrul 12 June 2011 at 9:42 PM Reply

    masihkah ada harapan untuk hati
    hati tertegun, menyesal selama ini tak tau hati (diri)

    masihkan ada harapan buat hati???
    masihkah???
    ntar jerami dibakar pak tani (lho)

    (waduh…paling nggak bisa kalo bikin Puisi)
    tpi bener lho, beri kesemptan sekali lagi untuk hati, dua, tiga, empat….

    • fawaizzah 13 June 2011 at 10:03 AM Reply

      waktu yang akan memberi kesempatan, bukan saya😀

      terima kasih lho, kunjungannya🙂

  2. aris magetan 11 June 2011 at 4:55 PM Reply

    buruan ambilen tii, ntar habis dimakan elang piye hayoo??

    • fawaizzah 11 June 2011 at 4:57 PM Reply

      hahaha, klo elangnya doyan, biar dihabisin sekalian Ris…

      Just fiction

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: