Ditowel Anjing

“PUSKESMASnya tutup ya Bu?” Tanya KanjengMami pada salah seorang perawat di UGD yang bersebelahan dengan Puskesmas di daerahku.

“Iya Bu, cuti bersama.” Begitu jawab mba perawat yang cantik berjerawat itu.

“Ini, kaki anak saya butuh perawatan. Di sini bisa kan mba?” Tanya KanjengMami lagi.

“Waah kakinya kenapa Bu?” Tanya Mba Perawat sambil memperhatikan kakiku.

“Digigit anjing.” Jawab KanjengMami singkat. Saya hanya mringis sambil manggut-manggut.

“Waduh, sini Mba masuk. Kok bisa digigit anjing sih?! Waah bisa kena rabies ini.” Mba Perawatnya ngoceh.

Saya yang tadinya tenang-tenang saja, menjadi sedikit panik. Apalagi KanjengMami, lebih kelihatan panik dari pada saya.

Tadi saya tenang, karena saya berfikir bahwa tak ada rabies. Anjing itu tak gila. Ya, anjing itu hanya sensitive yang berlebihan jika ada orang (asing) yang berjalan menuju kandangnya. Lebih tepatnya, menuju tempat dimana anak-anaknya beristirahat. Hanya saja, si anjing sok tahu dalam insiden kemarin itu.

Saya yang kebelet pipis, berjalan agak cepet menuju kamar mandi yang ada di belakang warnet saya (anak-anak anjing itu berada jauh di belakang kamar mandi). Tiba-tiba, saya merasa ada yang mencolek, eh bukan menowel, eh apa ya, hmm ya seperti ada yang mematok kaki saya dari belakang. Awalnya, saya mengira bahwa itu adalah perbuatan ayam yang kebetulan ada banyak di situ.

Saat aku menoleh belakang, #eeaaa…. Si anjing menatapku sebentar lalu dengan santainya berjalan menuju tempat anak-anaknya berada. Saya yang (masih) belum sadar jika anjing itu menowel eh mematok kaki saya masih tenang-tenang saja. Tapi setelah terasa ada yang perih saya memeriksa kaki saya. Menyincingkan celana panjang yang saya kenakan. Olala.. celana saya bolong, dan ada dua bekas luka di kaki saya.

Sekonyong-konyong saya langsung berteriak,”Mbahe…… aku digigit anjing!!” Mbah Bonah, Ibu dari pemilik anjing itu langsung keluar. Begitu tahu (saya bercerita dengan berapi-api) apa yang terjadi, Mbah Bonah langsung mencari kayu. Perkiraan saya, Mbah Bonah akan memukul anjing itu. Tapi ternyata saya salah.

“Nanti kalau kamu kemana-mana, kamu bawa kayu ini ya. Kalau anjing itu deketin kamu, langsung pukul saja!” begitu kata Mbah Bonah.

Dan saya hanya angguk-angguk sambil membersihkan luka saya pakai alkohol yang diberikan oleh cucu Mbah Bonah.

Karena banyak teman FB yang menyarankan untuk segera diobatkan, disuntik, maka saya memutuskan untuk pulang. Dan meminta KanjengMami menemani saya ke Puskesmas. Meskipun pada akhirnya harus ke UGD karena Puskesmasnya sedang cuti bersama.

 “Sebentar ya Mba, saya telpon dokternya dulu. Soalnya saya tak pernah menangani kasus digigit anjing. Takutnya nanti embak malah kena rabies.” Mba Perawatnya ngoceh lagi.

Rasanya saya pengen pulang saja waktu itu, saya kan ke sana untuk berobat. Kok malah ditakut-takuti. Dan saya takut pula, bah.

“Mba, di sini nanti hanya dibersihkan saja, terus nanti saya berikan antibiotik.” Begitu kata mba Perawatnya.

“Gak disuntik Mba?” tanyaku.

“Enggak, ini nanti diminum 3x sehari ya!” begitu kata mba Perawat lagi setelah memberikan saya obat AMOXICILLIN & ASAM MEFENAMAT.

Ini bekas lukanya

Dan ini anjing sok tahu itu

2 thoughts on “Ditowel Anjing

  1. Bernard 15 September 2014 at 9:56 AM Reply

    Anjingnya galak

  2. Bernard 15 September 2014 at 9:56 AM Reply

    kakinya mulus

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: