Enam Tanpa Tiga: Gadisku

Tiga tahun lamanya kita mencoba untuk saling mengisi, mencoba untuk saling memahami. Aku mencoba memahami dan mengertimu dan begitu juga denganmu, yang mencoba untuk mengerti dan memahamiku. Aku tak tahu, apakah waktu 3 tahun dulu itu telah membuatku mampu memahamimu, mengertimu. Yang jelas, aku merasa bahwa kamu jauh lebih mampu memahamiku, mengertiku walau kadang kamu sedikit cemberut saat kamu mengatakan, “iya aku mengerti.” Ah Gadisku, aku menjadi sangat merindumu sekarang.

Tapi aku ragu untuk menyebutmu Gadisku (lagi) setelah 3 tahun lamanya aku meninggalkanmu. Ya, tiga tahun lalu, aku pergi meninggalkanmu. Tanpa pesan tanpa pamit. Tapi, bukahkah sebelumnya aku sudah katakan padamu jika aku akan pergi sedikit lama? Dan aku telah menghubungimu setelah kurang lebih 2 bulan kamu tak bisa menghubungiku, bukan? Sekarang, aku telah kembali, ya setelah tiga tahun aku pergi meninggalkanmu. Kini aku telah kembali, untuk memenuhi janjiku. Menemuimu, apa pun, bagaimana pun keadaanmu. Statusmu.

Aku akan mengirim pesan padamu terlebih dulu, untuk memastikan, dimana kira-kira aku bisa menemuimu. Apakah di rumahmu, atau di tempat kerjamu?

Hai, apa kabar?

‘Pesan terkirim’

Ternyata nomormu masih aktif dan nomor ini adalah nomor yang sering kamu gunakan untuk menghubungiku, dulu. Jadi ingat, dulu aku pernah katakana padamu,”Jika saat aku pulang nanti, aku masih bisa menghubungimu lewat nomor yang kamu gunakan ini, berarti aku masih mempunyai kesempatan untuk menyandingmu lagi. Tapi jika tidak, itu berarti bahwa kamu sudah ada yang memiliki, mungkin aku akan mencoba untuk lupakan semua, tentangmu. Walau aku akan tetap menemuimu, datang ke rumahmu. Sekedar untuk meminta maaf dan ucapkan semoga berbahagia.” Ya, itu yang aku katakana padamu setelah kita memutuskan untuk tidak saling mengharapkan lagi. Meski aku tahu, aku masih sangat mencintaimu saat itu, bahkan sekarang.

Tapi mana mungkin, memastikan statusmu masih available sekarang, hanya karena nomormu masih tetap aktif?

Wah sepertinya aku lupa. Kamu tak akan membalas SMS yang masuk ke handphonemu jika SMS itu tak bernama. Ya, itu adalah kebiasaanmu sejak dulu, entah sekarang. Mungkin masih sama.

Ini aku Edy

‘Pesan Terkirim’

Enam Tanpa Tiga : Sebuah Kenangan

Tagged: ,

One thought on “Enam Tanpa Tiga: Gadisku

  1. […] sebelumnya, Enam Tanpa Tiga : Gadisku […]

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: