Hadiah Lomba, List Buku & Es Cendol 5 Gelas

“Buk’eee…….. aku menang lomba nulis!!!” begitu sorakku waktu mengetahui namaku masuk dalam list pemenang lomba menulis tersebut. Akhirnya pecah telur juga. Ada tulisanku yang menang lomba. Huhuuuuyy…..

Ikuti lomba menulis bertema bla bla bla di bla bla bla dan dapatkan uang ratusan ribu rupiah!!

Begitu iklan lomba menulis tersebut saya dengar. Waah ikutan ah, siapa tahu beruntung, pikirku kala itu. Akhirnya, setelah mendapatkan bahan yang saya kira pas, mulailah saya menulis. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraph demi paragraph hingga akhirnya menjadi sebuah artikel yang tak pendek dan juga tak terlalu panjang. Pas.

Setelah beberapa minggu, akhirnya ada pengumuman yang ditulis si wall FB para pemenang. Dan kamu tahu? Kalimat menyenangkan itu juga nyangkut di wall FB ku. Terima kasiiiih. Senang? ya tentu saja saya senang. Ini adalah tulisan pertama saya yang menang lomba, itu berarti tulisan ini memecahkan telur. Ya rekor pertama. Dan semoga ini adalah pintu pembuka untuk jalan keberuntungan-keberuntungan yang lain dalam dunia tulis saya kelak. Amin. Ratusan ribu rupiah nampaknya juga menjadi salah satu alasan atas rasa senang ini.

“Nanti yang setengah aku berikan kanjeng mami terus separonya lagi mau aku pake buat beli buku dan jajan” begitu kataku pada kanjeng mami sore itu, sesaat sebelum saya meluncur untuk mengambil hadiah ke tempat penyelenggara lomba.

Kakak sepupu saya, meskipun tak tahu betul alamat yang ingin saya tuju, bersedia mengantar saya. Sampai di kota tersebut, kami berkali-kali berhenti dan bertanya kepada orang tentang alamat yg sedang kami tuju tersebut. Malam, jam setengah delapan, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Segera kami masuk.

“Loh tapi ini kan bukan jam kerja, kok tadi gak telpon dulu sebelum ke sini? Jadi hadiahnya tidak saya bawa” begitu kata embaknya.

“Gini saja deh, mbak bikin janji saja dulu sama saya, jadi nanti hadiahnya biar saya bawa” begitu kata embaknya, lagi.

“Oh jadi kalo pagi kerja, hmm gimana klo minggu mbak kesini lagi?” kata embaknya lagi.

“Hadiahnya apa to mbak?” tiba2 kakak sepupuku nyela.

Tapi si embaknya cuma tersenyum tanpa memberi jawaban,”rahasia ya mba?” tanyaku. Si embaknya lagi-lagi cuma tersenyum.

Dengan berat hati (kita berangkat sore, muter2 nyari alamat, eh pas udah sampai kita gak membawa pulang apa yg menjadi tujuan) akhirnya kami kembali beranjak pulang. Berhenti di warung bebek untuk mengisi amunisi. Dan pada akhirnya dihujani pertanyaan dari kanjengmami, apa hadiahnya? (secara beliau kan juga mau dapet bagian :D)

Minggu pagi, saya berusaha menghubungi pihak penyelenggara lomba, memastikan hadiah bisa saya ambil hari ini. Tapi 5x telephonku tak ada yang menanggapi, dengan terpaksa saya menulis dikolom komentar status FB penyelenggara. Dan akhirnya dipastikan bahwa hari ini, hadiah siap diambil.

Dengan semangat 45 beserta list buku yang ingin saya beli, saya berangkat (masih bersama kakak sepupu saya). 45 menit perjalanan akhirnya sampai di teras si penyelenggara lomba. Saya masuk, menyerahkan fotocopy KTP. Beberapa saat kemudian, saya dipanggil dan diminta tanda tanggan kwitansi.

Sebesar Rp. 25.000,-

Ah, mungkin saya salah lihat. Begitu perkiraan saya. Setelah pamit dan melangkah pulang (sambil membawa amlop) saya berujar ke Kakak saya, “Mosok slawe ewu?”

Sampai diluar, saya benar-benar penasaran. Dengan sedikit tergesa, saya robek ujung amlopnya. Ya, ada 2 lembar uang sepuluh ribuan dan 1 lembar uang lima ribuan. Alhamdulillah, bisa traktir es cendol 5 kawan. Tapi seketika itu juga, list buku yang dibeli hari ini hangus seketika. Dan kanjeng mami hanya kebagian cerita.

3 thoughts on “Hadiah Lomba, List Buku & Es Cendol 5 Gelas

  1. aris magetan 30 June 2011 at 8:34 AM Reply

    tiii, wes dibukukan to? hehe…
    btw giman cara buat droplist menu??

  2. septi sutrisna 8 May 2011 at 1:54 PM Reply

    saya kagum dengan tulisan ini. jujur dan apa adanya.
    saya jadi ingin cerita sedikit, begini :
    tak usah jauh jauh, saya sendiri pernah mengalami hal yang sama seperti Anda. saya menikah dengan seorang pria, yang menurut kacamata saya (meski saya tak pakai kacamata beneran), dia pria yang tampan, sabar, dan tulus mencintai saya.
    kami sudah menikah hampir 2 tahun. kini sudah ada seorang anak pula. sebulan setelah resepsi pernikahan, saya menemukan kekecewaan, suaminya saya bukan seperti impian.
    dia pemalas, suka tidur, dan tidak disiplin. intinya saya kecewa.
    di setiap malam saya bersedih, minta kesabaran pada Tuhan. lalu saya menemukan jawaban, ketika iseng baca artikel di kapanlagi.com “10 hal sepele yang memicu stress” salah satunya memahami keadaan dan bersyukur.
    alhamdulilah, saya punya suami, meskipun dia pemalas dan doyan tidur.

    salam kenal ya, mampir di blog saya yaaa…biar lebih kenal dekat =p

    • Izzah 8 May 2011 at 2:03 PM Reply

      hay Mba Mili,…
      hehehe saya hanya menuliskan uneg2 saya, saya suka stres klo gak segera menuliskan apa yang saya rasakan.
      apa pun itu memang harus disyukuri mba, meskipun, kadang apa yang kita dapat tak seperti yang kita bayangkan sebelumnya.

      kalau kata kawan saya, sejatine urip iku mung sabar lan syukur.
      salam kenal mba, segera meluncur ke rumah kedua embak.
      salam manis buat dedeknya😀

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: