Perempuan Hebat

Seorang perempuan, berumur 25 tahun. Baru menikah sebulan lalu. Terbujur kaku di sebuah bangsal rumah sakit. Seorang pria, suaminya, menggenggam erat jemari istrinya. Jemari yang tadinya hangat, halus, kini nampak pucat dan dingin. Tak ada air mata di sudut-sudut matanya. Ya, tak ada sama sekali.

“Mas, aku di rumah saja ya. Sepertinya aku tak enak badan. Lagian juga panas banget.” Dia teringat permintaan istrinya, siang tadi.

“Yaudahlah, aku gak jadi pergi kalau kamu gak ikut. Males aku kalau keluar sendiri.” Begitu, pria itu menjawabnya. Dengan egoisnya.

“Kok gitu sih Mas? Kita kan butuh peralatan itu. Yaudah deh aku ganti baju dulu. Buruan disiapin sepedanya.” Kata istrinya, sambil beranjak menuju kamar. Ganti baju.

Membeli peralatan berkebun tujuan mereka. Dan itu dapat di beli di pasar yang tak jauh dari rumahnya. Tapi takdir berbicara lain. Selang 500 meter dari depan rumahnya, di sebuah tikungan, seorang remaja sepulang sekolah menyantap sepeda motor yang berjalan tak begitu cepat itu. Istri yang berada di boncengannya terjatuh, kepalanya membentur batu di pinggir jalan. Keras sekali. Hingga tak sadarkan diri lalu hembuskan nafas terakhirnya. Sedang sang suami terjatuh tertimpa sepeda motornya.

Hanya penyesalan. Menyesal, karena dia merasa penyebab dari perginya sang istri. Tatapannya kosong, tak mampu diajak bicara. Berdiam diri di kamar, hingga berbulan-bulan. Tanpa air mata, hanya diam dengan tatapan kosongnya. Sampai pada akhirnya, dengan terpaksa keluarganya membawanya ke sebuah Rumah Sakit. Ya, Rumah Sakit Jiwa.

***

Seorang perempuan dewasa, berumur 35 tahun. Jam 2 pagi sudah bangun, bermunajat kepada sang Khalik. Bersimbah air mata dalam sampaikan doanya. Setelah beranjak dari munajatnya wanita itu segera menuju dapur. Membuat adonan kue dan menyiapkan alat tempurnya untuk berjualan kue dan gorengan di pasar.

Lima orang anaknya masih terlalu kecil untuk membantu bahunya, mengurangi sedikit keringat yang menetes dari setiap porinya. Suaminya? Suaminya pergi entah kemana setelah kepergok selingkuh dengan janda muda. Meski sakit, meski kecewa dan tak menyangka, tapi perempuan itu mampu bangkit dari keterpurukannya. Ada 5 anaknya yang masih butuhkan kehadirannya. Dan dia harus mampu untuk tegar. Membesarkan, mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya seorang diri. Ah salah jika menyebutnya seorang diri. Bukan seorang diri, melainkan berdua dengan Tuhannya.

***

Seorang pria dewasa berumur 45 tahun. Seorang entrepreneur yang sukses. Seorang suami yang baik, perhatian, setia, cinta. Seorang ayah yang baik, yang menyenangkan dan sabar. Bisa dikatakan hidupnya sangat bahagia. Meskipun bukan dari golongan atas, golongan orang kaya, tapi banyak pria yang cemburu akan kehidupannya. Kehidupan yang sempurna, kata teman-temannya.

Ketika salah seorang temannya bertanya, “apa rahasianya, hingga hidupmu nampak sempurna, selalu bahagia dan tak kekurangan suatu apa pun. Apa rahasiamu, kawan?”

Pria itu menjawab,”Sebenarnya, aku tak punya satu rahasia pun. Hanya saja aku sangat bersyukur mempunyai seorang istri seperti istriku itu. Setiap sepertiga malam dia bangun, mengambil air wudhu, sholat, bermunajat kepada Allah sampai air matanya meleleh. Melihat itu membuatku sangat tentram. Dia selalu mensyukuri setiap apa yang aku berikan, tanpa berkeluh kesah, ya, dia adalah sosok yang pandai bersyukur hingga buatku tak penat meski pendapatan sedang tersungkur. Dan ketika penghasilanku mulai membaik, dia pandai mengatur keuangan. Dia bukan orang yang boros, setiap pengeluarannya penuh pertimbangan. Aku kagum padanya, dan setiap hari cintaku untuknya semakin tumbuh. Dan kau tahu? Saat aku terpuruk jatuh, maka dia adalah orang pertama yang masih tetap percaya padaku, menguatkanku, dan mendukungku. Itu mengembalikan kepercayaandiriku, mengumpulkan semangatku untuk bangkit dan terus melaju. Ya, itu karena istriku.”

***

Perempuan. Tak akan pernah ada habisnya jika kita bicarakan perempuan. Mungkin raga perempuan itu ringkih. Tapi tidak hatinya. Tapi tidak tekadnya. Bahkan dalam air matanya ada kekuatan. Dalam air matanya ada kebahagiaan. Dalam senyumnya terdapat harapan, keceriaan dan impian. Perempuan, memang nampak ringkih di luarnya. Tapi ketika dia bangkit, pria akan terkagum-kagum akan keberaniannya. Akan ketangguhannya. Akan kehebatannya.

Dalam beberapa hal seorang perempuan itu jauh lebih hebat dan kuat dari seorang pria. Seorang perempuan lebih mampu lapang akan persoalan hidup yang diajukan Tuhan. Mungkin iya, awalnya akan nampak histeris, menangis, tapi jeritannya, tangisnya itulah yang justru mampu membuatnya kuat.

Banyak perempuan yang mampu menjadi seorang Ibu sekaligus Ayah untuk putra putrinya. Sedang seorang pria? Belum tentu mampu kurasa.

Perempuan itu hebat. Ya, perempuan itu hebat meskipun ia berada di bekalang. Karena tak akan ada pria hebat, jika tak ada perempuan hebat di belakangnya. Entah itu pasangannya, ibunya, atau saudara perempuannya.

Selamat hari kartini para perempuan Indonesia. Mari bersama-sama belajar untuk menjadi perempuan hebat, agar pria kita akan menjadi pria yang hebat.

Menjadi perempuan yang hebat, seperti Kartini yang mampu mengubah dunia. Seperti kartini yang mampu memperjuangkan emansipasi wanita. Seperti Kartini yang hebat.

***

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis dengan tema #Kartini yang diselenggarakan oleh Radio C Madiun

Tagged: ,

3 thoughts on “Perempuan Hebat

  1. CERPEN WANITA HEBAT | WANITA 23 September 2013 at 1:34 PM Reply

    […] Sekedar Ocehan 19 April 2011 Comments: 2 […]

  2. Lutfi Retno wahyudyanti 26 April 2011 at 10:35 AM Reply

    Izzah tahu ada lomba menulis ttg perempuan dari Honda ga? Ikut aja klo punya waktu buat nulis.

    • Izzah 26 April 2011 at 10:38 AM Reply

      iya tahu mba, kemarin udah baca punya mba belinda. tapi lagi gak punya ide iki. y\tulisan ini kan udah terlanjur diikutkan lomba di radio.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: