Merayumu

Jika bintang yang berkedip di langit sana bisa nampak indah saat kaulihat dari jendela kamarmu, lalu kenapa aku yang juga jauh dari pelupuk matamu tak bisa? Kurasa bukan perkara bisa atau tak bisa, itu hanya soal peka tidak peka.

Aku tak pernah berjanji padamu untuk hadir di setiap malammu, mengecup lembut keningmu, lalu mengantarmu tidur dalam pelukku. Aku tak pernah berjanji itu. Tapi percayalah, setiap angin malam yang membelai lembut tubuhmu, dingin yang membuatmu menggigil, dan oksigen yang kau hirup dalam-dalam di paru-parumu itu adalah pintaku.

Seperti password yang kau titipkan padaku beberapa waktu lalu, sebuah kata yang tersusun dengan kata lainnya. Ya, susunan kata sederhana namun memikili arti yang sedemikian besarnya. Selalu membawa ingatanku mengalun pelan ke hatimu. Perlahan, tapi tepat di pusatnya.

Kukatakan padamu, tak usahlah buru-buru. Mesti waktu mengejar tanpa jeda. Iblis menggoda tanpa lelah dan pesan-pesan datang bak banjir membawa sampah. Tetapkan hatimu dulu. Yakinkan pilihanmu. Jangan pernah setengah-setengah. Karena aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu.

 

 

 

#EdisiNggombal

Tagged:

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: