Tadarus & Ta’jilan

“Ayo cepet-cepet!!” Rudi nampak heboh sendiri meski yang lain sedang santai.

“Kenapa sih cepet-cepet? toh baru jam 9!” ujar Prapto, teman sepermaianannya.

“Sudahlah, tak usah banyak tanya! Yang penting ayo cepetan jalannya!!” Rudi masih bersikeras dengan maunya.

“Heh Rud, kalau mau cepet ya sana, jalan saja sendiri! Tak usahlah pakai ajak-ajak orang buat jalan cepet!” sanggah Agus.

“Kalian itu gimana sih? tau gak sekarang bulan apa?” tanya Rudi pada para teman-temannya.

“Heh, pertanyaannya agak berkelas napa? Masa nanya sekarang bulan apa? Anak kecil juga tahu kali kalau sekarang lagi bulan Ramadhan!!” ujar Prapto yang nampak mulai gerah.

“Kalian itu pernah ngaji di Madin gak sih? Kata Pak Mu’id, bulan puasa itu kita kudu lebih banyak tadarus. Bukannya berlama-lama cangkrukan di pertigaan gini! Malu tahu sama adik-adik di Madin yang sudah bersusah-susah memeriahkan acara khataman kita tahun lalu!” jelas Rudi.

“Heh Rud, kalau malu, ngapain tadi ikut kesini?” tanya Agus dengan sinisnya.

“Dodol nih anak!! Kan tadi aku bilangnya jangan lama-lama cangkrukannya, kalau sebentar itu tak apa!! Heh kamu ingat gak sama hadist yang disampaikan oleh Pak Mu’id sehabis shalat terawih tadi?”

“Mana kutahu? kan tadi aku langsung pulang sehabis sholat, gak nunggu selesai ceramah!” ujar Prapto

“Begini nih, Barangsiapa yang memeriahkan bulan Ramadlan dengan ibadah/qiyamu ramadhan; (dan dilakukan) dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu, hadist ini berasal dari HR. Shahih Bukhari”

“Berarti dosa sewaktu aku nyolong mangga itu diampuni?” tanya Agus.

“Terus dosa sewaktu aku bohong juga diampuni?” sambung Prapto.

“Iya. Eh memangnya kamu pernah nyolong mangga Gus? dimana? Memangnya kamu bohong sama siapa To?” tanya Rudi.

“Hehe iya, di kebon belakang rumahmu!” kata Agus.

“Hah?!”

“Iya Rud, aku juga bohongi kamu, kalau sebenarnya mangga yang kita makan sewaktu di sekolah itu, manggamu, bukan mangga dari Malang! hehe”

“Hah?! Kalian ternyata…dasar!”sambil mengejar Agus dan Prapto yang berlari menuju Mushola Al-Izzah.

“Maaf Rud, kalau Allah saja mengampuni kenapa kamu marah dan gak memaafkan?! Sekarang lagi bulan ramadhan lho….!!!” kata Prapto sambil berlari.

~~~~~~~~~~

Sesaat setelah sampai Mushola.

“Hah..hah..huuufft… capek!”

“Lhaaaah kaaaan!!! Apa kubilang!?! Kenapa kita gak cepet-cepet?!!” kata Rudi yang nampak menyesal.

“Kenapa? kan Al-Qur’an yang masih nganggur juga banyak, tempat kosong juga masih luas. Kenapa?” tanya Agus

“Ta’jilannya habis!!”

?!!!???

 

~Edisi Pindahan Rumah~

Repost dari Kompasiana, 11 Agustus 2010 | 12:41

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: