FF: Pakne & Mbokne

“Pakne…Pakne… mbok ya jangan rewel menyoal makanan, nyadar kerjaan cuma nguli di sawah orang. Iya kalau bayarannya banyak kayak Pak Pejabat, pasti tiap hari aku siapin daging sapi sama kare ayam, udah makan seadanya kenapa!” Mbokne ngomel terus lantaran Pakne gak mau makan.

“Mbok sekali-kali jangan sayur bening sama ikan asin saja, kan aku ini juga pengen makan enak, yang kerasa amis-amisnya!” Celah Pakne tak mau kalah.

“Kalau cuma pengen yang amis-amis, makan saja daging tikus mentah. Kan sama amisnya to?” Mbokne makin marah.

“Tega sekali kamu Mbokne? Masa suami disuruh makan daging tikus? mentah lagi!” Pakne tak terima disuruh makan daging tikus mentah.

“Sekarang ini semua serba mahal Pakne, ya makan seadanya aja. Yang ada di kebon yang dimakan. Masak yang tak perlu bumbu macam-macam, yang penting asin. Karena bumbu yang murah cuma garam!” kata Bukne, Pakne cuma angguk-angguk saja. Menyerah dengan segala ocehan Mbokne.

Untuk urusan perut, memang sering sekali mereka bertengkar. Pakne ingin makan enak barang sekali, tapi tak pernah setor uang belanjaan sama Mbokne. Lha gimana Mbokne bisa masak enak kalau tak punya duit.

“Mbokne?!” panggil Pakne tiba-tiba.

“Apa Pakne, makanan di mulut mbok yo ditelen dulu!” Mbokne masih sewot.

“Ada yang ngundang ke kondangan gak? Kan ada tetangga yang ngadain syukuran karena habis beli mobil!”

“Lha memangnya kenapa?”

“Kan rumayan, makan amis-amis gratis!!”

 

~Edisi Pindah Rumah~

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: