FF: Gantung

“Uhuk…uhuk…uhuk….” Batuk Nang Darmo semakin parah.

“Sudah diminum obatnya Nang?” tanya Biyung Gemi.

“Aku sudah bosan minum obat terus Mi!”

“Kalau mau sembuh ya minum obatnya Nang”

“Uhuk…uhuk… iya, tapi aku juga sudah bosan hidup Mi. Rasanya lama sekali aku hanya bisa berbaring di sini tanpa bisa apa-apa.”

“Jangan bilang begitulah Nang, kalau Nang tak ada aku hidup sama siapa?” keluh Biyung Gemi yang nampak gelisah.

“Tolong bikinkan aku bubur sumsum, Mi!” pinta Nang Darmo tiba-tiba.

Iyung Gemi segera beranjak meninggalkan ranjang Nang Darmo. Dilihatnya tepung beras di toples bening. “Hanya tinggal dua sendok saja, mana cukup?” pikirnya. Ia pun lantas menghaluskan beras yang tinggal satu cangkir untuk dijadikannya tepung.

Gula aren untuk menambah kelezatan bubur pun nyaris habis, dia tak habis akal dan kemudian mencari utangan di toko Mbok Ping. “Utangmu sudah banyak lo Mi, kalau hutang lagi, yakin kamu bisa bayar?” tanya Mbok Ping sewot.

“Akan kubayar nanti kalau musim panen, aku akan ikut mburuh ke sawah orang.” katanya memelas.

Secuil aren ia dapatkan, lantas melanjutkan membuat bubur kesukaan Nang Darmo.

“Nang, ini buburnya! dihabiskan ya!”

“Nang…Nang….!!” Biyung Gemi bingung Nang Darmo tak ada di ranjangnya.

Seketika kaki Yung Gemi lemas melihat tubuh Nang Darmo menggantung di pohon randu samping rumah.

 

 

~Edisi Pindah Rumah~

Repost dari Kompasiana, 28 July 2010 | 18:37

 

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: