Allah itu jahat ya Bun?!

Hujan menggerimis sedari senja tadi, hingga adzan Magrib berkumandang lalu tersambung dengan adzan Isya’ tapi tak sedetik pun bulir-bulir air lembut itu lelah mengguyur bumi. Begitu juga dengan hujan pertanyaan dari Amir,  yang bertanya tentang siapa sebenarnya Allah itu.

Sedang Bundanya, Bu Saidah sudah sangat lelah, lelah karena bingung bagaimana dia harus menjelaskan kepada putranya tentang deskripsi Allah. Anak berusia 4 tahun itu sudah benar-benar membuatnya pusing karena terus mengejarnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Ya sulit, karena apa pun jawaban yang dia berikan, sering kali jawaban itu tidak memuaskan putranya.

“Allah itu siapa sih Bun? Orangnya dimana? Kok Amir gak pernah ketemu Allah?” tanya Amir kala itu.

“Nak, Allah itu yang Dzat yang menciptakan dunia ini. Yang menciptakan manusia, seperti Ibu, Bapak, dan Amir. Allah itu selalu berada di mana ada orang-orang yang mengingatnya.”

Penjelasan bu Saidah sepertinya belum sama-sekali memuaskan hati anaknya. Amir hanya diam waktu menerima jawaban itu, mungkin dia sedang berfikir, mencerna apa yang telah dia dapatkan. Sedang Bu Saidah nampak lega melihat respon anaknya, tapi kelegaan itu tak berlangsung lama.

“Mengingat Allah itu gimana caranya Bun?” Amir kembali bertanya.

“Hmm, misalnya kalau kita sedang sholat, berdoa sebelum dan sesudah makan, berdoa sebelum dan sesudah tidur, terus berdoa ketika mau pergi-pergi…”

“Amir sering ikut sholat di mushola, Amir juga berdoa kalau mau tidur, begini kan doanya Bismikallahhumma ahyaa wa bismika amuut….. terus kalau bangun begini Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuur” potong Amir.

“Pinter anak Ibuk.” Bu Saidah tersenyum lalu mencium kening anaknya.

“Amir udah berdoa, Amir sudah ingat Allah, tapi kok Amir gak pernah ketemu Allah?” tanya Amir lagi, dan pertanyaan ini kembali membuat Bu Saidah berfikir keras untuk mencari jawabannya.

“Allah ada kok di dekat Amir, tapi Amir tidak bisa lihat Allah…” jelas Bu Saidah.

“Berarti Allah hantu donk? Hiiii….” Amir menyiratkan rasa takut dari raut wajahnya.

“Bukan sayang, Allah bukan hantu. Nanti kalau Amir sudah besar, Amir pasti tahu siapa itu Allah. Sudah ya, kan sekarang sudah jam 8, waktunya Amir bobo.” Jelas Bu Saidah mencoba mengakhiri diskusi malam itu.

“Berarti, Bunda bisa lihat Allah?” tanyanya lagi.

“Hmm, bukan begitu juga sayang. Allah memang tidak bisa kita lihat, tapi kita bisa merasakannya. Sudah ya, Amir bobo ya…” kini Bu Saidah sudah tidak sabar untuk segera beranjak dari kamar Amir. Diambilnya selimut dan diselimutkannya ke tubuh Amir. Lalu perlahan melangkah menuju pintu.

“Bunda!!” teriak Amir waktu melihat Bundanya membuka pintu untuk keluar.

“Iya, Sayang?! Sudah ya Amir bobo, nanti kalau Amir sudah besar, Amir pasti tau.” Tandas Bu Saidah. Cepat-cepat dia melangkah keluar, namun langkahnya terhenti mendeangar sebuah pernyataan dari putra kecilnya.

“Allah itu jahat ya Bun?!”

Segera bundanya kembali masuk kamar, mendekatinya. Mengusap kepalanya, lalu mencium keningnya.

“Kok Amir bilang kalau Allah jahat?”

“Bunda sering bilang, kalau Amir nakal nanti di jewer sama Allah, kalau Amir rewel nanti dimarahi Allah, kalau Amir pipis sembarangan Allah marah. Allah tidak suka sama Amir, berarti Allah jahat!”

“hmm?!?” berhenti seketika otak Bu Saidah, antara bingung dan entahlah.

Bu Saidah baru menyadari, bahwa selama ini cara dia mengenalkan putranya kepada Allah itu belumlah tepat. Mungkin dia butuh banyak belajar lagi, belajar tentang banyak hal, kepada siapa pun, kepada apapun untuk kemudian dia bisikkan kepada putranya. Jawaban yang pas. Jawaban yang tepat.

 

Amir Berpose

 

 

*Benang merah berdasarkan kisah yang memang pernah terkisah.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: