Gadis Desa

Bergulat dengan panas matahari, berlulur lumpur sawah, berhiaskan jerami, dan lugu tak terperi. Ya itulah beberapa pandangan dari sekian pandangan orang terhadap kami, para gadis desa. Biasanya orang-orang yang berpandangan demikian adalah orang-orang yang tak pernah mencium wangi aroma pagi di desa kami. Mereka juga tak pernah tinggal sejenak dari pagi hingga senja di desa kami. Mereka berbicara, menulis dan melukis dunia kami untuk dunia di luar sana tanpa mereka tau pasti. Mungkin bisa kukatakan, mereka hanya berimajinasi.

Namun sayang, kenapa imajinasi mereka selalu berakhir pada sebuah kisah tragis, seakan itulah yang memang kami jalani. Misalnya saja, perjodohan (yang dipaksa), korban seksual karena keluguan si gadis desa, penjual diri, atau malah ada yang menuliskan seorang gadis desa digadaikan karena orang tuanya tak mampu melunasi hutang.

Mengenaskan sekali nasib menjadi gadis desa, sampai-sampai setiap ujung mimpinya seakan tak pernah tersentuh ketercapaian. Semua meredup karena sebuah kebodohan dan keluguan. Tapi percayalah, kebodohan dan keluguan kami tak seburuk itu, karena kami masih mampu berfikir mana yang baik dan mana yang buruk, khususnya untuk kehidupan kami, karena kami masih punya nurani.

Kami hidup dalam kesederhanaan, karena kami dibesarkan juga dalam kesederhanaan. Kami mampu bertahan dalam keadaan apapun, karena kami dibesarkan dengan rasa syukur. Kami berpandangan lugu, karena memang tak ada yang harus dikhawatirkan tentang apa yang kami jalani.

Jadi, berhentilah memupus mimpi-mimpi kami dengan ceritamu, dengan tulisanmu, dan dengan lukisanmu. Kami bukan penjual diri yang mampu kalian nikmati setiap inchi pori-pori kami.

 

16 thoughts on “Gadis Desa

  1. aris magetan 24 March 2011 at 5:16 PM Reply

    hehe mnggu kmrn q pulg tie, cm blm smpt mmpir ae…hehe insya Allah lain ksmptan,🙂

    • Izzah 25 March 2011 at 9:33 AM Reply

      hihi ok deh, lain kali mampir yo!🙂

  2. lina sophy 23 March 2011 at 3:14 PM Reply

    saya juga dari desa… berarti gadis desa juga dooong🙂

    • Izzah 23 March 2011 at 3:27 PM Reply

      sama doonk😀

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: