Tidak Semua Orang Mudah Mengungkapkan Perasaannya

Tidak Semua Orang Mudah Mengungkapkan Perasaannya

Haus sekali informasi tentangnya. Tertarik untuk mengenalnya lebih dekat. Ingin semakin banyak hal yang bisa diperbincangkan tanpa rasa sungkan. Sembunyi-sembunyi menengok aktifitasnya. Sembunyi-sembunyi ngeliatin album potonya di FB. Dan selalu ingin tau ocehannya di twitter setiap hari. Menunggu dan menunggu id YMnya nyala, tapi begitu nyala bingung mau nyapa apa.

Ini namanya apa? Haha terlalu cepat untuk bilang suka meski sudah lebih setahun mengenalnya. Bertemu? Sudah 2x tuh, dan itu hanya sebuah pertemuan biasa. Tanpa ada kata-kata khusus, bahkan mungkin tanpa kata-kata. Hahaha…

Hey,.. ini bukan tentang rasa angkuh untuk mengakuinya. Tapi tentang rasa yang belum kuketahui namanya. (ku? Hahahaha keceplosan).

Sedikit cerita tentang masalah ini,

Dulu, dulu sekali aku melihatnya (potonya) disebuah lapak milik teman. Pertama lihat, aku terpesona (bayangin ngomongnya kemayu banget). Hem, sekedar terpesona tanpa ada yang lebih. Aku tak berani mengenalnya dan aku tak berani menyapanya. Bukan apa-apa, karena waktu itu aku masih dalam suatu hubungan dengan seseorang yang tidak boleh disebut namanya. Menjaga sebuah komitmen itu tak mudah, apalagi jika hubungan itu sendiri sudah sangat tidak jelas arahnya. Selalu menjaganya sampai sebuah keputusan datang, itu selalu kuperjuangkan. Sudahlah, kita tidak sedang membahas masalah ini bukan?

Karena suatu hal (yang lagi-lagi tidak boleh disebut namanya) kita saling kenal. Anehnya, dia menjadi tidak lagi istimewa. Mungkin karena aku menepis keistimewaannya agar aku tidak terpesona lebih jauh padanya. Hahahaha alasan yang absurd.

Ok ok, kita berbincang hanya ketika ada yang diperbincangkan, kita menyapa jika saling bertemu dalam maya. Dan kita berbicara apa saja tanpa sekat di dalamnya. Sesuatu yang biasa namun berdampak luar biasa setelahnya.

Dalam suatu waktu lama sekali aku tak mendengar kabarnya. Entahlah, aku tak begitu mempedulikannya. Hingga suatu hari aku menemukan tulisan-tulisan dalam sebuah blog. Dan aku menggeledah semuanya, tak satupun tulisan terlewat terbaca olehku. Takjub, kagum, dan terpesona.

Seseorang yang namanya tidak boleh disebut sudah mengambil keputusan kala itu dan itu bukan aku. Kecewa? pasti, sedih? Sangat. Tapi aku sadar, manusia baik itu masih banyak di dunia, salah satunya dia yang blognya aku baca. Kenapa aku yakin kalau dia orang baik? Karena tulisan mencerminkan kepribadian penulisnya, dan aku percaya itu.

Beberapa waktu setelahnya, dia nampak menyapa YMku yang dalam status mobile. Kita berkomunikasi seperti biasanya. Eh tidak seperti biasanya, karena komunikasi kita semakin sering. Tapi entahlah, setelah beberapa hari aku (merasa) dekat dengannya, dia malah menjauh.

Aku menjadi serba salah. Aku ingin sekali bilang aku merasa nyaman saat berbicara dengannya tapi segera rasa #AdemPanas menyusup setiap sendi-sendi tulangku bahkan seluruh tubuhku. Bahkan untuk menyapa hay, begitu sangat sulit kulakukan meski id YMnya sedang mentereng online.

Jujur saja, aku tidak ingin mengorbankan sebuah pertemanan ini hanya demi egoku saja (apa bener ini hanya ego?  entahlah biar nanti kutanya nurani). Dan apa aku takut rasa ini tak terbalas? Entahlah bukankah aku pernah berkata “Jika hanya ada dua pilihan antara mencintai dan dicintai, maka aku akan memilih untuk mencintai”.

Sejatine urip iku mung sabar lan syukur

Apa iya, aku harus bersabar hingga akhirnya dia tahu aku pernah mengharapkannya dan lalu bersyukur meskipun dia sudah menjadi milik yang lain?

Entahlah. Tapi setidaknya tulisan ini sedikit mampu mengurangi #AdemPanas yang kuderita setelah sapaanku hangus tak terbalas olehnya, beberapa menit yang lalu. Hahahaha..

 

 

Tagged: ,

7 thoughts on “Tidak Semua Orang Mudah Mengungkapkan Perasaannya

  1. jeunglala 13 April 2011 at 11:12 PM Reply

    Ahay! Ternyata kita senasib…😀

  2. Youzhmie Yusuf 7 April 2011 at 1:34 PM Reply

    hahahaha…sama-an mbak kita…^^

    • Izzah 7 April 2011 at 1:36 PM Reply

      rasanya bikin pengen garuk-garuk aspal ya! hihihi

  3. […] Jangan tanya apa aku ikut serta dalam proyek itu, ya tentu saja aku ikut. Bukankah itu masih ada hubungannya tentang tulisanku beberapa waktu lalu. Iya, itu, yang dengan judul, tidak semua orang mudah mengungkapkan perasaannya. […]

  4. bambank 7 March 2011 at 3:24 PM Reply

    =))

    • Izzah 7 March 2011 at 5:26 PM Reply

      opo ae seh guru iki, dateng-dateng ngakak guling-guling.

      jangan GR ye, bukan situ yg kumaksud :p

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: