50 Ribu Rupiah

“Eh sebentar-sebentar!” Reki tiba-tiba menghentikan langkah dua temannya, Riko dan Reni.

“Ada apaan sih?” Tanya kedua sohibnya serentak.

Tanpa menjawab protes temennya, Reki berbalik badan dan berjalan lima langkah. Dia berjongkok lalu memungut selembar kertas berwarna biru di sela-sela rerumputan.

“50 ribu coy….” Reki mengedipkan matanya sebelah sambil cengar-cengir mirip ketawa kuda.

“Hahahaha tahu aja lho klo ada duit. Cuma 50 ribu buat apaan?” sela Riko dan diiringi senyum Reni.

“Rumayan Coy  bisa buat beli cemilan di swalayan depan” jelas Reki.

“Klo Cuma 50 ribu mah, buat dimakan lho aja, masih kurang kale” cetus Reni.

“Tenang aja, cuma buat nambah doank kok. Nih liat dompet gue masih tebel” Reki, sambil mengeluarkan dompet dari sakunya.

Dan di tempat yang berbeda namun masih dalam waktu yang sama…

“Mana nak, mana obat asma untuk bapakmu? Kamu sudah beli obatnya ke apotek kan?” seorang wanita renta bertanya pada anaknya sambil matanya mencari-cari bungkusan obat di tangannya.

“Duit yang dipinjemin Budhe tadi pagi, hilang waktu mau beli obat asma ke apotek. Maafkan aku Mak.”

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: