Mencintai Tak Butuh Permisi

“Boleh aku mencintaimu?”

Apakah kamu pernah mendengar pertanyaan itu? Atau malah kamu pernah menanyakan pertanyaan itu? Atau apa kamu pernah ditanyai seperti itu? Aku rasa pertanyaan itu sangat sangat tidak pintar. Mencintai adalah hak setiap orang, baik pria maupun wanita. Lepas apa dan siapa yang ingin dicintaimya. Lepas mau atau tidak mau yang dicintai menerima cintanya.

Akan beda sekali jika pertanyaan itu sedikit dirubah menjadi pernyataan seperti ini “Aku mencintaimu”. Pernyataan ini tak membutuhkan jawaban. Juga tak terkesan bahwa cintanya ingin diterima dan dia ingin dicintai pula. Hahaha jangan terlalu serius, ini hanya menurutku saja.

Memang tidak semua orang suka dicintai (khususnya jika yg mencintainya adalah org yang benar2 tidak diharapkan untuk mencintainya). Tapi inilah hidup, kadang sesuatu yang tak kita inginkan terus saja mengikuti kemana langkah kita pergi. Sedang apa yang ita cari, justru tak juga kita temui. Haruskah kita menyerah begitu saja?

Ah tapi hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja tanpa perjuangan. Kita tentu saja tak mau jika pada akhirnya akan ada kata yang mengerikan (membingungkan?) yang terus menghantui kita. Yah, kata itu adalah penyesalan.

Penyesalan kadang tak begitu penting karena itu tak merubah apa pun yang telah kita lewati. Tapi meski demikian, penyesalan akan (mungkin) membantu merubah cara pandang kita, cara pikir kita tentunya untuk masa depan yang lebih baik. Untuk itulah kadang saya tak begitu mengerti haruskah membenci adanya penyesalan ataukah harus bersyukur karenanya. Selalu ada hikmah dibalik peristiwa, dan itu datang setelah kita merasa menyesal.

Haha kita harus kembali ke judul di atas!

Dan parahnya saya baru ingat bahwa hari ini di twiiter saya menulis “Jangan bicarakan cinta di bulan Februari!” dengan hastag #JombloNgenes.

Untuk itu, mari kita tutup tulisan ini dengan ucapan hamdallah…

Alhamdulillah…..

Tagged:

2 thoughts on “Mencintai Tak Butuh Permisi

  1. muhammad wislan arif 23 February 2011 at 10:15 AM Reply

    Iz, dalam hidup — ternyata hanya Cinta yang paling Indah. Nikmatilah

    • Izzah 24 February 2011 at 12:18 PM Reply

      Eyang, terima kasih sering mengunjungi blog Iz,.
      berusaha untuk menikmatinya Eyang🙂

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: