Jawaban Nurani

“Nikmati. Aku ingin menikmatinya dulu, kawan!” kata Nurani

“Tapi aku tak ingin melihatmu lagi-lagi kehilangan Mentari, Nurani!” kataku tegas.

“Hey, lihatlah… aku bahagia dengan rasa ini. Rasa dengan penuh ketidakpastian, haha.”

“Jangan paksa aku untuk menyimpulkan bahwa kau lebih suka ketidakjelasan. Yah ketidakjelasan tentang rasa. Membohongi dirimu sendiri, Nurani” aku mulai menatapnya sinis.

“Jangan kau samakan rasa ini dengan yang dulu, sobat. Ini,.. ini rasa yang berbeda. Berbeda sekali. Ayolah, biarkan aku menikmati rasa ini sedikit lebih lama.”

“Tidak Nurani, sudah saatnya kamu beranjak dari tempat yang sama, dari rasa yang sama.”

“Biarkan aku tetap disini sebentar lagi kawan, lagi pula aku belum benar-benar mengenal mentari seutuhnya. Aku hanya bisa melihat dan menikmati hangatnya saat pagi hingga senja. Aku tak bisa mengintipnya saat malam mulai menjelang.” Nurani

“Maafkan aku Nurani, mungkin aku terlalu tak sabar untuk melihatmu seperti mereka. Bahagia. Menikmati hari yang tak biasa.”

“Hey, aku pasti melewati hari itu nanti. Tapi bukan sekarang. Lihatlah, jalan di depan masih terlalu panjang untuk sekedar menyimpulkan apa yang ada di ujung jalan sana. Kadang kita harus menepi untuk sejenak mengistirahatkan kaki, kita perlu berjalan cepat jika jalan nampak baik dan lurus, tapi kita juga harus memperlambat langkah jika jalan nampak buruk, apalagi berlubang. Kita pernah terjebak dalam lubang bukan? Itu karena kita terlalu tergesa. Dan aku berharap, kita tak lagi terjebak dalam lubang (yang sama).”

“Nikmati harimu Nurani, semoga langkahmu memang untuk menjemput Mentari. Menyandingnya, hingga kau tetap mampu mengintipnya meski malam menjelang.”

“Jika hanya ada 2 pilihan, mencintai dan dicintai maka aku akan memilih untuk mencintai.” tutup Nurani sebelum kembali ke peraduan.

Tagged:

2 thoughts on “Jawaban Nurani

  1. azzetjogja 20 January 2011 at 2:01 PM Reply

    Nurani lebih memilih untuk mencintai. Hmm… asyik sekali membaca cerita ini. Ada hal lain yang dapat dipetik dari tidak sekadar cerita. Salam kreatif dan selamat terus berkarya…

    • Izzah 31 January 2011 at 10:58 AM Reply

      terima kasih Pak Azzet, senang sekali dikunjungi oleh anda🙂

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: