Nurani

Diam tak berarti tak ada kata

dan tak berkata bukan berarti tak ada rasa.

Jika kamu menyadarinya,

Pastilah ragu itu tak menyeruak di dada.

Meski kenangan lama masih juga membayang di pelupuk mata

Rasakan, ada kekaguman mendalam di matamu untuknya

Sejak pertama kau mengeja namanya, lantas kau lirik matanya

Kau berbisik, tersipu malu di hadapku

“Ah, aku hanya mengaguminya, tak lebih”

Katamu sore itu, di bawah payung mentari senja

Tapi binar bahagia dari sorot matamu tak menipuku kala itu

Kini, kau mendapatkan kesempatan terbaikmu

Mengungkap rasamu, lalu menumpahkan rindumu

Bukankah wajah seperti itu yang kau pinta sejak dulu?

Lihatlah, Tuhan sudah memberimu jalan di depan

Kini, tinggal bagaimana kau berjalan

 

Untuk Nurani, sahabatku

 

Tagged:

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: