Bersuami Punggawa Negara

Heran sih enggak ya, tapi aneh aja. Coba deh bayangin, klo ada yang ngomong ke kamu gini,”pokoknya harus angkatan, gak mau yang lain.”

Pasti pada bingung kan, angkatan apaan? yang pasti bukan angkatan garam di pelabuhan apalagi tukang angkat besi. Angkatan yang dimaksud disini adalah mereka yang mendapatkan pekerjaan yang begitu diagungkan oleh sebagian besar orang tua (khususnya di desa).

Ada angkatan darat, angkatan laut atau angkatan udara. Itu adalah pilihan pertama mereka, dan pilihan kedua adalah mereka para pegawai negeri. Yang duduk pun dapet gaji. Ehtah bagaimana pun bentuk muka dan akhlaknya, yang penting pegawai negeri.

Tau donk kenapa? Masa tua mereka terjamin (katanya). Selain itu, pegawai negeri begitu diagungkan di sini, ya ditempat saya saat ini. Banyak orang tua rela membayar berapa saja, menjual apa pun miliknya, mengorbankan seluruh jiwa raganya, hanya demi anaknya menyandang predikat itu. Bangga?! Iya donk, kan memang diagungkan. Lepas berapa pun gajinya, lepas berapa pun bayarnya.

Dengan alasan itulah, tak sedikit para gadis rela berkorban untuk mendapatkannya. Hari ini disakiti sampai berdarah-darah, sumpah serapah tertumpah, toh besok masih mengharapkan orang yang sama juga. Karena apa? Iya, itu keinginan mereka, dan mungkin juga orang tua mereka.

Tak peduli bagaimana pun caranya, tak peduli berapa kali disakiti, tak peduli juga berapa kali mereka tertatih karenanya. Karena hanya satu tujuan mereka, nampak agung dan anggun berpredikat istri para punggawa.

Memang tak semua seperti itu, namun sebuah cerita yang aku dengarkan hari ini, menambah daftar panjang kisah gadis terluka dan masih berharap kekasih yang sama karena alasan yang tak jauh beda pula.

Jika saja, mereka mau sejenak berdiam dan berdialog dengan nuraninya, aku yakin tak ada lagi gadis yang berkisah padaku tentang pengorbanan yang tak masuk akal disertai berdarah-darah dalam perjuangannya mendapatkan cinta.

Ayolah guys,.. bahagia itu tak datang dari pandangan orang lain yang menganggapmu bahagia karena berlimpah tahta dan harta. Itu datang dari hatimu. Tanyakan hatimu, benar-benar bahagiakah kamu dengan kehidupanmu? Karna kuyakin, hatimu tak pernah mau membohongimu.

Jika hatimu tak pernah membohongimu, untuk apa kamu membohongi hatimu? Itu hanya akan membuatmu sakit. Percayalah, apapun yang kamu butuhkan sudah disiapkan oleh-Nya. Pemilik hati dan sementa raya.

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: