Aku dan Rok Biru

Ku cantik hari ini dan aku sukaa…

Haha sedikit narsis gak apa kan ya? Entah ada malaikat dari mana yang membuat pagi ini terasa sempurna. Tepatnya, aku merasa cantik sekali hari ini. Entah kerana pagi-pagi udah mandi atau kerena kaos canting dan rok panjang biru yang aku pakai. Pokoknya aku cantik hari ini. Beneran!

Ok ok, mari aku ceritakan tentang rok panjang biru (selanjutnya ditulis rok biru) yang sedang aku pakai hari ini. Rok berwarna biru langit atau biru laut dengan panjang +/- 80 cm serta berhias 3 buah cancing besar (yang satu udah ilang) dan ada dua saku mungil di kanan tas dan kiri.

fawaizzah doc

Lupa ini dulu dapatnya dari mana, yang pasti rok ini tidak aku beli sendiri. Pernah menjadi sebuah rok yang paling disukai dari beberapa rok panjang yang ada di lemari.

Dan cerita ini berawal dari sini.

Dua buah celana panjang berwarna biru tua dan putih sedang menggantung di jemuran dalam keadaan basah kuyup pagi ini. Iyalah wong abis dicuci. Satu berwarna hitam hanya diam di lemari. Dilihat tapi gak diambil. Akhirnya ketemulah sama rok biru di tumpukan rok paling bawah. Secara dia warnanya biru, lha yang lainnya kotak-kotak, batik, coklat, ungu tua dan putih pink.

Cukup serasi jika dipadukan dengan kaos panjang berlebel “Canting” berwarna hitam ini. Oh iya, harusnya biar tambah sepadan dipadukan dengan jilbab biru kan ya? Ah tapi berhubung jilbab birunya gak tau dimana, kuning pun bisa dipake.

Hahay, ternyata setelan 3 warna ini nampak membuat cantik pemakainya. Cantik banget malah. Tapi sebelum sebuah tragedi terjadi.

Sepeda dral warna ungu kesayanganku sudah siap di halaman depan. (semenjak jungkir dari motor beberapa waktu lalu, aku lebih suka nGowes dibanding motoran). Dengan senyum sumringah dan menyapa setiap orang yang dijumpa. Memakai rok panjang tak mengurangi kenyamanan mengGowes, pikirku. Semuanya nampak aman-aman saja.

fawaizzah

Hingga sampai di depan Bank BRI (tujuan pertamaku pagi ini). Loh loh.. ada yang aneh aku tak bisa turun dari sepedaku. Tas selempang panjang warna putih nyantol di sadel bagian belakang. Nah ujung rok biru kesayanganku itu pun ikut nyantol di gear sepeda. Kakiku yang kurang sedikit panjang untuk menjangkau tanah pun akhirnya kebingungan menjari sebuah pancitan. Dan peristiwa itu pun berakhir dengan “GUBRAK”.

Ok, urusan dengan BRI usai sudah. Kini waktunya meluncur ke tempat kerja, yah Sekawan.net. Sampai di sana semua aman. Tidak ada barang yang nyantol, dan semua aman dan terkendali saat mendarat.

Buka pintu belakang, berjalan ke dalam. Sstt… berasa ada yang basah di kakiku. Perasaan tadi tidak melewati tempat basah. Dengan gerak lambat pandangan mataku bergerak menuju ujung rok biru.

Terereeeeng….. ada cokelat cair disana. Cokelat? kenapa ada cokelat?! Tadi pagi tidak minum susu cokelat, pun waktu di BRI tadi. Coba kulihat dengan seksama. Iya bener cokelat. Hmm tapi cokelat kali ini baunya beda. Iya, seperti bau tai ayam yang sering di sebut telek lincung.

Sepertinya, harus aku pikirkan kembali untuk menjadikan rok biru ini rok favoritku.

Tagged:

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: