Terlampau Cengengkah ?

Pernahkah anda menangis? Kalau iya, apa yang biasa membuat anda menangis? Apakah menangis itu salah? Apakah menangis itu dosa? Saya rasa tidak. Karena menangis adalah salah satu ekspresi jiwa seseorang saat dirinya sedih, bahagia, terharu, atau sakit. Tapi bagaimana menurut anda ketika melihat seseorang menangis terlalu sering?

Salah satu dari sekian banyak orang yang mempunyai gudang air mata itu mungkin adalah aku. Aku akan dengan mudah bisa meneteskan bermililiter air mata saat membaca sebuah novel roman picisan, saat menulis, saat melihat orang berpeluk bahagia setelah sekian lama berpisah, saat melihat sebuah drama realita seperti termehek-mehek yang sudah terbukti hanya sebuah kisah yang direkayasa karena ada skenario dan sutradaranya, saat menonton acara Tolong di RCTI, saat melihat Antasari dan Susnaduadjidi, saat membaca koran, saat melihat gambar menyedihkan, saat mendengar teman curhat, saat membaca kisah nyata ataupun fiksi yang ditulis oleh teman-teman kompasianers atau sekedar saat membaca puisi. Ya itulah aku.

Kadang aku berfikir, apakah setiap orang sama sepertiku yang dengan mudahnya mengeluarkan air mata, tanpa rencana? Dan ternyata tidak. Saat nonton film My Name is Khan, I’am Not Terorist aku bisa menghabiskan sepuluh lembar tissu namun teman di sebelahku berkata,”filmnya bikin ngantuk ya?” Ah, aku benar-benar tidak mengerti kenapa sesuatu yang sangat mengharukan bisa membuatnya ngantuk? Aku atau dia yang salah?

Seperti sore ini misalnya, ketika membaca tulisan salah seorang sahabat di blog kompasiana tentang pengalamannya di ruang operasi. Yang sebelumnya tak sedikit pun aku mendengar kalau dia sedang sakit, sungguh kaget dan merasa sangat sedih mengetahui hal itu. Sesuatu yang bisa dikatakan sangat terlambat jika aku menganggapnya sahabat. Sungguh aku sangat menyesal tidak mengetahui ini sebelumnya, maafkan aku Kak Nisa. Berharap kau segera pulih, I love u. Sejak paragraf pertama mataku mulai berkaca, dan di paragraf berikutnya air mataku sudah tak mampu lagu kubendung. Mengalir deras dan terisak.

Dan sesaat kemudian kubaca tulisan Om Ali bahwa ayahandanya mengalami kecelakaan, dia yang ada di Dubai saat ini sedang kebingungan mencari tiket pulang. Membayangkan posisi Om Ali saat ini, aku menjadi ketakutan sendiri dan lagi-lagi aku menangis. Doaku semoga Ayah Om Ali diberikan keselamatan dan kekuatan oleh yang Maha Kuat. Dan Om Ali diberikan ketabahan, kesabaran sehingga dia mampu melewati ini semua dengan baik, tidak panik.

Saat melihat kesakitan orang lain aku akan dengan mudah menangis namun hal itu berbanding berbalik saat aku sendiri yang kesakitan. Bukan, bukan tidak menangis jika aku sakit, namun aku akan menangis setelah kejadian atau hal yang membuatku sakit itu sudah berlalu beberapa saat, dan aku sedang sendiri. Jadi aku tidak menangis di TKP. Entahlah, aku lebih tak bisa melihat orang lain menangis.

Semoga tidak ada orang yang dirugikan atas perilaku ini, dan semoga perilaku ini tidak dimasukkan dalam kategori perilaku menyimpang.

Tagged: ,

4 thoughts on “Terlampau Cengengkah ?

  1. archantique 4 July 2010 at 1:05 PM Reply

    aku dibilang ciwek…karna gampang nangis.
    tapi biarlah…aku menangis karena aku punya nilai sensitif yang lebih yang menyenangkan karna setelah menangis perasaan lega datang..dan lenoh menyehatkan mata tentunya…
    besyukur airmata bisa kluar dari dalam diri kita. bukan hanya sandiwara tentunya😉

  2. ceritaceritu 3 July 2010 at 11:23 PM Reply
  3. Thomas 1 July 2010 at 8:18 PM Reply

    menangis itu manusiawi, berhati lembut itu pembawaan masing-masing orang. Hanya menyikapi segala sesuatu dengan lembut itu hal yang bagus. Yang jelas tingkat empati orang dalam menyikapi setiap situasi berbeda-beda. Tak ada yang salah dalam hal ini, karena penyikapan orang tentu berbeda, bergantung pada pribadi masing-masing.
    salam hangat.

    • Izzah 1 July 2010 at 8:21 PM Reply

      Terima kasih Mas Thomas atas komentarnya,..
      iya betul, setiap orang memang tak sama dalam menyikapi suatu hal!🙂

      salam hangat kembali dan salam kenal!

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: