Ini Mimpiku

Sebelum mimpi dilarang, sebelum mimpi berbayar, sebelum mimpi dijadikan hutang, dan sebelum mimpi itu merugikan orang, aku ingin bermimpi dan menaruh mimpiku di sini (sambil menaruh telunjuk 5 cm di depan jidat, inspirasi dari novel 5 cm).

Lagi-lagi hanya mimpi, dan mimpi itu semakin menggelora setiap kali aku mambaca buku-buku inspirasi tentang suksesnya banyak orang yang memulai karirnya dengan mimpi. Yah dengan mimpi, bahkan di buku No Excuse terdapat kalimat-kalimat hebat semacam berikut:
Untuk pencapaian besar, aksi saja tidak cukup, tapi juga butuh impian. Anatole France
Tidak ada yang terjadi kecuali diawali impian. Cari Sanburg
Setiap impian hebat bermula dari pemimpi. Hurriet Tubman
Mungkin mimpi itu adalah kekuatan terbesar. Li Ka-Singa, orang terkaya di dunia 2007.

Apa kau tau kawan apa impianku? Aku tak bermimpi menjadi artis sekaliber Fitri Tropica, penyanyi sedahsyat Krisdayanti, pemain sinetron cinta fitri, atau pemain film horor setara Suzana. Tidak! Aku tak inginkan itu, itu bukan mimpiku.
Aku hanya ingin mempunyai uang banyak, kaya namun tetap jumawa dan dermawan. Dan jika aku sudah mempunyai itu, aku ingin sekali mendirikan sebuah perpustakaan desa. Mengingat desa tempatku dilahirkan tidak mempunyai perpustakaan, jangankan perpustakaan, lapangan bola saja tidak punya.

Merenungkan Mimpi

Jika kau bertandang ke desaku kawan, jangan kaget jika nanti kau temui bebek dan angsa yang berkubang, berenang kesana-kemari di jalan desa saat musim hujan tiba, dan debu yang menyerupai kepulan asap menyembur di belakang pengendara sepeda saat musim kemarau. Anak-anak disana lebih suka mancing di kali yang hanya mengalir saat ada hujan (bahkan sering banjir saat hujan datang dengan dahsyatnya) lantas tak ada airnya jika tak ada hujan, nonton TV, bersepeda ria keliling sawah, main layangan, atau bermain kelereng. Di sekolah SD pun juga tak ada yang namanya perpustakaan, bahkan aku ragu apakah adik-adikku yang masih bersekolah SD itu tau, jika ada buku-buku yang menarik, yang memberi inspirasi juga manfaat selain buku pelajaran? Ah..aku tidak yakin itu.

Sebagai contohnya adalah aku sendiri, sewaktu masih SD aku hanya memiliki buku yang bercerita tentang Ani. Mungkin teman-teman masih ingat tentang cerita Ani ini. Yups, salah satu tokoh utama di buku bahasa Indonesia kelas 1 SD.
Ini Ani
Ini Ibu Ani
Ani dan Ina membaca buku
Ini Budi
Ini Ayah Budi
Dan semacamnya, yang tak jauh dari itu. Itu aku baca berulang-ulang sampai hafal setiap lembarnya.Tapi jangan salah, aku sangat suka pelajaran bahasa Indonesia, apa lagi kalau ada tugas mengarang. Setiap karaganku pasti dan selalu di awali dengan “Pada suatu hari…….bla bla bla..” selalu saja bertemakan “Pergi ke rumah nenek” padahal jaraknya hanya sekitar 3 kilo meter dari rumahku sendiri.  Itu karena aku tak pernak diajak pergi untuk wisata, kawan.

Hahahahaha
Menulis ini aku jadi ingat pada temanku, Purnomo yang sekarang menjadi Angkatan Darat. Dia selalu saja bercerita bahwa ayahnya punya seokor gajah dan Jerapah, bahkan selalu mengantarnya pergi ke sekolah. Imajinatif sekali dia, bahkan tak jarang kami selalu saja mendesaknya untuk mengajak kami bertandang ke rumahnya, sekedar ingin melihat gajah itu seperti apa?

Untuk itulah aku ingin membangun sebuah perpustakaan di desa, dan memenuhi rak-rak di perpustakaan itu dengan kisah-kisah inspirasi, cara bertenak ayam kek, beternak kelinci, atau cara membuat pupuk kandang (pupuk alami), dan berbagai macam novel. Dan untuk anak-anak yang masih kecil, menyiapkan bulu-buku cerita, baik cerita Cinderela dan sepatu kacanya, putri salju, pinokio, dan tak ketinggalan kisah-kisah para nabi.

Aku miris jika setiap aku pulang dan mendengar kabar, seorang putra desa maling ayam, maling jagung/ketela, bahkan yang paling parah cangkrukan tak jelas di perempatan jalan dan jago main billyard sambil mabukan.
Duuh……

Inlah impianku kawan, lalu apa impianmu?

Tagged: ,

4 thoughts on “Ini Mimpiku

  1. engkaudanaku 27 May 2010 at 11:25 AM Reply

    Mimpi…
    awal untuk kita mau dan mampu bertindak.
    Mimpi yang luhur Mbak.. semoga suatu hari nanti dapat terwujud, lalu tersenyumlah indah menikmati hasilnya….🙂

    Salam,

    • Izzah 27 May 2010 at 3:06 PM Reply

      Terima kasih sahabat, semoga doamu dan asaku bisa terwujud, Amin

      Salam kenal🙂

  2. liliwangi 17 May 2010 at 2:05 PM Reply

    Terserah Izzah mau mimpi apa, pokoknya aku titip aja jangan desa kau jadikan kota. Aku kulakan jagung sama sapu lidinya dimana nanti ? hehehehe…..!!!
    Mimpimu sepertinya sederhana, tapi indah, walaupun mudah mewujudkannya tapi sulit memeliharanya.
    Semoga berhasil

    • Izzah 23 May 2010 at 8:50 AM Reply

      hahahahah

      Injih Bapak’e, doanya ya Bapak’e
      Mudah2an mampu mewujudkannya dan memeliharanya,.
      Amin..

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: