Aku Rindu Membelaimu, Putraku

Dulu kami hanya berdua, meniti hari hanya berdua
Bersama suami yang telah menjadi bagian jiwa
Bercanda dan tertawa penuh bahagia

Lalu terasa ada kehidupan lain ditubuhku
Perutku semakin hari semakin besar, berisi
Kadang dia menendangku, sakit…
tapi aku tersenyum dan membelainya
Bahagia…

Sembilan bulan berlalu, ah…
ternyata kau sudah tak kerasan tinggal diperutku, cinta
Kaupun ingin menghirup udara dunia
Kaupun ingin menatap beribu warna
Kaupun ingin kehidupan nyata
Dengan bertaruh jiwa, ku lahirkan engkau
Dangan sakit yang teramat sangat, ku keluarkan engkau dari rahimku
Dan kusambut dengan kebahagian saat ku dengar tangismu
Anakku, kau begitu lucu
Kudekap engkau, ku timang engkau
Kuberikan susuku untukmu, memancar bagai sungai surga kehidupan
Ah….
Kadang kau nakal anakku, kau gigit putingku sampai terluka
Aku mengaduh kesakitan, namun ku biarkan kau tetap melakukannya
Kau terlihat begitu bersemangat menyambut air murni ini
Hingga kau kenyang dan tertidur pulas
sungguh bahagia saat melihatmu tertidur putraku

Hari terus berlalu, dan kau semakin menunjukkan kepiawaianmu membanggakanku
Kau putra yang pintar, tak sedikit para bunda berdecak iri terhadapku
Kau selalu diterima di Sekolah faforit, dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan keperguruan tinggi negeri
Ah……
Aku begitu bangga melihatmu telah diwisuda
Dan tak sulit kau mendapatkan pekerjaan yang kau inginkan
Putraku, kau bercerita ingin bekerja ke luar kota
Gaji yang rumayan besar katamu
Aku semakin bangga putraku, tapi aku tak kuasa menahan sedihku
Kau akan jauh dari pelukanku

Sekarang kau terlihat bahagia dengan kekuasaanmu
istri cantikmu, dan putra putrimu yang lucu
Tapi kenapa kau lupakan Ibu, putraku
Aku rindu membelaimu, mendekapmu
Menenggelamkanmu dalam dadaku saat kau tertidur

Kini ku masuki masa senja
Kembali hanya berdua dengan suami belahan jiwa
Tak ingin aku rumah mewah, tak ingin aku mobil wah
Aku hanya ingin mendekapmu putraku
Aku rindu membelaimu


————————-o0o———————–

Terinspirasi dari :
Iyung dan Kungku yang kini hanya tinggal berdua
Artikel dari Abi ELHA yang berjudul “Sungguh, Aku Melihat Surga dari Dekat”
Cerita dari Mas Aziz Safa bahwa orang tuanya sedang sakit (semoga lekas sembuh)

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: