Puisi untuk Impian

Mendung mengantarkan rintik ketepian hujan, namun senja menatap aneh dalam kebimbangan. Kau bilang akan datang, tapi aku masih tertunduk dalam diam. Kau bilang datang untuk membalut luka, tapi bukan luka yang kau balut. Namun keceriaan. Pergilah! Sebelum keceriaanku benar-benar hilang. Biarkan dia yang datang untuk membalut lukaku, meskipun aku tak mampu berharap dia pasti akan datang.

Rindu terasa membuncah tanpa ku sadari

Rasa semakin tak terarah saat aku mencoba berdiri

Selalu ada rindu, rindu dan rindu

Entah pada siapa rindu ini akan kutautkan

Entah sampai kapan keraguan ini akan terus bertahan

Dia hadir menutup ketidakpastian

Dia ada diantara ketakutan dan ketidakberdayaan

Dia ada dalam alunan lagu yang berdendang

Akupun belum berani berterus terang

Meski hanya dalam dada yang lapang

Tuhan………

Berikan aku keyakinan di dalam keraguan

Berikan aku impian diatas keyakinan

Untukmu Impian, kupasang seribu harapan

Tagged: , ,

5 thoughts on “Puisi untuk Impian

  1. Cahya Handayani 13 October 2011 at 3:16 PM Reply

    subhanallah puisi nya..

  2. ayusihombing 27 June 2011 at 11:53 AM Reply

    mantap………………………..

  3. desta 6 January 2011 at 8:49 PM Reply

    Langit bertalian…satu hingga tujuh saling memandang…menendang, dan berdendang
    Lalu kita hanya menanti2 keputusan…..
    bukan keyakinan tapi bimbang..
    sangsi menguras hati..
    Lalu apa lagi yang masih???
    harapan Semacam apa??
    yang takk melandaskan pada kesaksian..
    pada duka mendalam dan kerinduan akan titik klimaks kehidupan…
    Why??
    jangan tanya bintang ,,,
    jangan minta sinar pada bulan
    tapi raihlah apapun dengan sinarmu..meski gelap tapi lebih baik..agar kuat, dan rekat pada bintangMU…yang sesungguhnya

    • Izzah 7 January 2011 at 12:20 PM Reply

      terima kasih

  4. miphz 5 February 2010 at 10:51 AM Reply

    Kerinduan, merentang dua titik berbeda di garis yang satu.

    Tarian Kerinduan

    Aku hanyalah kisah-kisah yang tak punya arti, penggalan mimpi yang tak memiliki saksi. Aku hanyalah waktu-waktu yang tak punya makna, sepotong usia yang tak punya kemudi. Aku hanyalah kenangan-kenangan yang tak punya pesona, ruang kosong yang yang hampir mati.😕

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: