Anting

“Selamat siang Bu, ada yang bisa dibantu?” tanya seorang petugas loket Puskesmas itu.

“Oh, iya Bu!” jawab Ibuku.

“Siapa yang sakit?”

“Oh tidak ada yang sakit ibu, cuma mau menindikkan kuping anak saya!”

“Loh dimana bayinya?” Petugas Puskesmas itu clingak clinguk mencari sosok bayi.

“Lah ini, yang mau ditindik!” sambil menunjukkan keberadaan saya yang malu-malu kucing.

“Waaah, apanya neh yang mau ditindik? Hidungnya apa bibirnya?” tanya petugas Puskesmas itu dengan nada sindiran. Sontak saja membuat beberapa Petugas Puskesmas itu cengar cengir.

“Ini Bu, anak saya ini semenjak SMA tak mau memakai anting, jadi buntet deh kupingnya!”

“Biarin aja deh, kuping buntet asal ga budeg aja, iya ga?” petugas loket yang satunya ikutan nimbrung. Dan seperti biasa cuma dapet senyum aja dariku, yah meskipun agak jengkel seh.

“Hehehehe…..”tawa petugas itu bersautan.

“Lurus, belok kiri ya Bu!”

“Ibu ini dibilangin ga usah ditindikan lagi kenapa? Orang aku meang ga suka pake anting!”

“Masa anak perempuan kupingnya buntet?”

“Buntet gimana?”

“Tuh dipakein anting gak isa, berarti ya buntet! Udah diem aja,”

“Ihh….masa nanti kupingku mau dibolongin!emang gak sakit apa?”

“Enggaklah, pasti nanti dibius biar gak sakit!”

Ceracauku tak mempan untuk mengurungkan niat Ibuku, melubangi kupingku.

Sampailah aku diruang II, ada seorang suster cantik berjilbab putih, ramah pula. “Ada yang bisa dibantu Bu?mari silahkan duduk!”

“Iya Sus, mau menindikkan kuping anak saya!”

“Oh lubang antingnya buntu ya Bu?”

“Iya neh Sus, semenjak SMA gak mau pake anting.”

“Oh…mari Mba, mau didalem apa disini saja?”

Karena tak ada orang lagi selain kami bertiga, aku memutuskan untuk di”lubangi” kupingku ditempat itu saja. Beberapa saat kemudian suster itu disibukkan dengan peralatannya. Hanya peralatan sederhana saya kira, yaitu alkohol, kapas, dan sebuah jarum. Ups…tapi jangan salah, jarum itu boo….. gede banget, sampe merinding ngelihatnya. “Ditahan ya Mba, mungkin akan sedikit sakit!”perasaanku jadi ga enak neh!

“Memangnya gak dibius dulu ya Sus?”tanya ibuku.

“Enggak Bu, bayinya udah gede kok, udah umur berapa ini?”

“Umur 20 tahun”kalo ini namanya bukan bayi lagi, gimana seh.

“Oke, ditahan ya Mba!”

Deg….deg….deg….

“Ihh……..aduh……awwwwww……..”

Bluuusss………..

“Alhamdulillah, satu sudah kelar, mana antingnya Bu? Dipasang sekalian aja!”

“Oh ini!”sambil nyerahin anting yang kebetulan baru beli juga.

“Sekarang satunya ya Mba! Ditahan yah” sambil menekan jarum ke kupingku, terus dicabut lagi, ditekan lagi…..

“Ihhh……aw…aw…aw…aw…sakiiiiiiiiiiiitttttttt”

“Waaah yang ini kok susah ya Mba!”perasaanku jadi tambah ga enak neh!

“Mba Susi, tolong bantuin neken donk! Ini agak susah masuknya”suster cantik itu meminta bantuan temannya.

“Aduh Sus, yang itu tak usah dilanjutkan sajalah”pintaku.

“Eh sembarangan, masa pake anting sebelah saja”ibuku sudah nyerocos duluan.

“Sakiiiittt……..”

“Nangis saja kalau mau nangis”apal banget tuh ibuku, kalo anaknya super duper cengeng, tapi sepertinya beliau belum tahu kalau anaknya yang manis ini sudah tidak cengeng lagi, kecuali kepepet.

“Siapa yang nangis?”sanggahku sambil nutup idung. Bukan karena ada bau bangkai sodaraku, tapi itulah kebiasaanku kalau nahan sakit. Selain nutup idung biasanya juga nutup mata.

“Dilanjut tidak ini?”tanya susternya.

“Lanjutkan saja Sus!” ihhh….semangat amet seh ngeliahat anaknya kesakitan.

“Tenang yah, ditahan sebentar, memang sedikit sakit”

“ihhh……..awwwww……hiiiiiiiiiii” ceracauku tak bisa ditahan.

Bluuuuss………..

“Nah sudah kok, kalau ginikan tambah cantik!”

“Toh juga ga kelihatan kan Sus, kan dipakein jilbab!”

“Terima kasih ya Sus! Bayarnya dimana sus?” tanya ibuku.

“Oh, gratis Bu, tidak pake biaya!”

“Terima kasih, mari”

Di loket, ketemu bapak-bapak petugas loket, “Bu jangan lupa nanti kalau mantu kasi undangan yah!”

“Insya Allah Pak”jawab Ibuku.

“Emangnya siapa yang mau nikah Bu?”

“Ya kamu, memang siapa lagi??”

Doooeeeeengggg……………….!!! Nikah sama Onta????

Tagged: , , ,

One thought on “Anting

  1. sakitjiwaku 3 February 2010 at 8:45 AM Reply

    hahhahha…………. syukran nikah sama onta ?? bisa jadi bahlul nanti anaknya..

Tinggalkan Jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hadisome

Tentang Apa Saja dan Siapa Saja

Najlazka

“Life isn't about waiting for the storm to pass...It's about learning to dance in the rain.” ― Vivian Greene

RetakanKata

Mempertahankan Kata-kata Agar Tetap Bermakna

Hidupnya Indra

Catatan Hidup Seorang Indra Nugroho

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Naungan Islami

Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam

%d bloggers like this: